فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَ

Maka pergilah dengan keluargamu pada sebagian malam, dan ikutilah mereka dari belakang, dan janganlah seorang pun di antara kalian menoleh, dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepada kalian.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِfa-asri bi-ahlika bi-qith'in mina l-laylimaka pergilah dengan keluargamu pada sebagian malam
  2. وَاتَّبِعْ أَدْبَارَهُمْwa-ttabi' adbaarahumdan ikutilah mereka dari belakang
  3. وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌwa-laa yaltafit minkum ahadundan janganlah seorang pun di antara kalian menoleh
  4. وَامْضُوا حَيْثُ تُؤْمَرُونَwa-mdhuu haytsu tu'maruunadan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepada kalian

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. فَأَسْرِfa-asrimaka berangkatlah
  2. بِأَهْلِكَbi-ahlikadengan keluargamu
  3. بِقِطْعٍbi-qith'inpada sebagian
  4. مِنَminadari
  5. اللَّيْلِl-laylimalam
  6. وَاتَّبِعْwa-ttabi'dan ikutilah
  7. أَدْبَارَهُمْadbaarahumpunggung mereka
  8. وَلَاwa-laadan tidak pula
  9. يَلْتَفِتْyaltafitmenoleh
  10. مِنْكُمْminkumdari kalian
  11. أَحَدٌahadunseorang pun
  12. وَامْضُواwa-mdhuudan berjalanlah kalian
  13. حَيْثُhaytsudi mana saja
  14. تُؤْمَرُونَtu'maruunakalian diperintahkan

Inti bacaan

Instruksi operasional yang sangat spesifik dan praktis untuk situasi krisis, pergi malam hari, melindungi dari belakang, tidak menoleh, panduan konkret yang dibutuhkan tepat saat menghadapi keadaan darurat, bukan nasihat umum yang kabur.

Penjelasan pilihan kata

'Ikutilah dari belakang' (ittabi' adbaarahum): Lut diperintahkan berjalan di belakang keluarganya, posisi yang melindungi sekaligus mengawasi; 'janganlah menoleh', larangan yang menandakan bahwa kehancuran yang akan terjadi bukan pemandangan yang perlu disaksikan langsung oleh mereka yang diselamatkan.

Tafsiran

Rangkaian perintah evakuasi ini rinci dan taktis: waktu (malam), formasi (Lut di belakang), larangan (tidak menoleh), dan tujuan (mengikuti arahan), sebuah persiapan penuh sebelum kehancuran yang dijelaskan di ayat-ayat berikutnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut waktunya, urutan jalannya, larangan menoleh, dan tujuan yang harus dituju. Empat hal dalam satu kalimat. Pada saat genting, yang diberikan bukan nasihat umum, melainkan langkah yang bisa langsung dikerjakan.
  • Posisi yang ditetapkan untuknya di belakang keluarganya. Bukan di depan memimpin. Yang berjalan paling akhir memastikan tak seorang pun tertinggal, dan itu tempat yang paling sedikit terlihat.
  • Allah melarang siapa pun menoleh ke belakang. Bukan melarang melihat sesuatu yang berbahaya. Yang ditinggalkan memang perlu benar-benar ditinggalkan, dan menoleh sedikit saja sudah cukup menahan langkah seseorang di tempat yang seharusnya ia tinggalkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-r-y, a-h-l, q-t-', l-y-l, t-b-', d-b-r, l-f-t, a-h-d, m-d-y, h-y-ts, a-m-r): asri diterjemahkan 'pergilah di malam hari' (akar s-r-y); ittabi' adbaarahum diterjemahkan 'ikutilah dari belakang mereka' (akar t-b-' + akar d-b-r); yaltafit diterjemahkan 'menoleh' (akar l-f-t); imduu diterjemahkan 'teruskanlah' (akar m-d-y). Selaras.