وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَ
Dan datanglah penduduk kota itu dengan gembira.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَجَاءَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ يَسْتَبْشِرُونَwa-jaa'a ahlu l-madiinati yastabsyiruunadan datanglah penduduk kota itu dengan gembira
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَجَاءَwa-jaa'adan datang
- أَهْلُahlupenghuni
- الْمَدِينَةِl-madiinatikota
- يَسْتَبْشِرُونَyastabsyiruunamereka bergembira
Inti bacaan
Detail mengganggu: penduduk kota 'datang dengan gembira' menyambut kedatangan tamu yang mereka anggap sebagai sasaran, kegembiraan yang sebenarnya menyingkap kerusakan mendalam dalam nilai-nilai komunitas tersebut.
Penjelasan pilihan kata
'Dengan gembira' (yastabshiruun): akar yang sama dengan 'kabar gembira' (bashsharnaa) yang dipakai berulang di kisah Ibrahim (15:53-55), kini kata itu dipakai secara ironis: kegembiraan penduduk kota di sini bukan menyambut kabar baik, melainkan menyambut tamu dengan niat jahat, sebagaimana terungkap di ayat berikutnya.
Tafsiran
Kontras tajam terbentuk di sini, kata yang sama untuk 'kegembiraan' dipakai untuk dua motif yang berlawanan total: kegembiraan tulus Ibrahim menyambut kabar kelahiran, versus kegembiraan penduduk kota yang berniat jahat terhadap tamu Lut.
Renungan dan Hikmah
- Kata 'gembira' yang sama dipakai untuk kabar kelahiran Ishaq (15:53-55) dan untuk kedatangan penduduk kota Lut dengan niat jahat menunjukkan bahwa kegembiraan itu sendiri bukan penanda moral, sumber dan tujuan kegembiraan itulah yang menentukan apakah ia baik atau buruk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-y-a, a-h-l, m-d-n, b-sh-r): ahl al-madiinah diterjemahkan 'penduduk kota'; yastabshiruun diterjemahkan 'bergembira' (akar b-sh-r). gloss '(ke rumah Lut)/(karena kedatangan tamu itu)' + footnote dibuang.