قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِي فَلَا تَفْضَحُونِ

Ia berkata, “Sesungguhnya mereka tamuku, maka janganlah kalian mempermalukanku,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَ إِنَّ هَٰؤُلَاءِ ضَيْفِيqaala inna haa'ulaa'i dhayfiiia berkata, sesungguhnya mereka tamuku
  2. فَلَا تَفْضَحُونِfa-laa tafdhahuunimaka janganlah kalian mempermalukanku

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. قَالَqaalaberkata
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. هَٰؤُلَاءِhaa'ulaa'imereka ini
  4. ضَيْفِيdhayfiitamuku
  5. فَلَاfa-laamaka janganlah
  6. تَفْضَحُونِtafdhahuunikalian mempermalukanku

Inti bacaan

Lut berusaha melindungi tamunya dengan menegaskan status mereka sebagai tamu yang dilindungi, 'janganlah kalian mempermalukanku', appeal pada norma keramahtamahan sebagai pertahanan pertama.

Penjelasan pilihan kata

'Mempermalukan' (tafdahuun): Lut memohon agar kehormatannya sebagai tuan rumah tidak dinodai oleh perlakuan buruk kaumnya terhadap tamunya.

Tafsiran

Permohonan Lut di sini menempatkan kehormatan menjamu tamu sebagai nilai yang dipertaruhkan: sebuah nilai yang akan ia pertahankan lebih jauh di ayat berikutnya dengan permohonan kedua.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Lut memakai kehormatan tuan rumah sebagai tameng. Bukan ancaman. Bukan kekuatan.
  • Yang dilindungi disebut tamuku, bukan orang asing. Hubungan itu diciptakan dengan satu kata. Sesudah disebut tamu, mereka menjadi tanggungannya.
  • Permohonannya menyebut malu, bukan dosa. Allah merekam pilihan kata itu. Yang dipakai adalah nilai yang mereka akui sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, d-y-f, f-d-h): dayf diterjemahkan 'tamu'; tafdahuun diterjemahkan 'mempermalukan' (akar f-d-h). Selaras.