لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
Demi umurmu, sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَعَمْرُكَla-'amrukademi umurmu
- إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَinnahum la-fii sakratihim ya'mahuunasesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan mereka
Terjemahan per kata (5 kata)
- لَعَمْرُكَla-'amrukademi umurmu
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- سَكْرَتِهِمْsakratihimkemabukan mereka
- يَعْمَهُونَya'mahuunaterombang-ambing
Inti bacaan
Sumpah luar biasa 'demi umurmu' menyertai deskripsi kondisi kerumunan sebagai 'terombang-ambing dalam kemabukan', sebuah gambaran bukan sekadar kejahatan moral, melainkan gangguan penilaian yang mendalam dan genuine. Konkretnya: perilaku destruktif yang ekstrem kadang lebih tepat dipahami sebagai kondisi 'mabuk'/kehilangan kendali penilaian dasar daripada sekadar pilihan jahat yang disengaja secara penuh, memahami perbedaan ini membantu menilai situasi krisis dengan lebih akurat, meski tidak menghapus tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Penjelasan pilihan kata
'Kemabukan' (sakrah) di sini bersifat metaforis, bukan mabuk oleh minuman, melainkan kebutaan hasrat yang membuat mereka tidak bisa berpikir jernih; 'terombang-ambing' (ya'mahuun) menandai kebingungan yang tidak terarah, akibat dari kemabukan itu.
Tafsiran
Sumpah 'demi umurmu' ini ditujukan kepada Lut sebagai penegasan langsung: kaumnya benar-benar dikuasai oleh dorongan yang membutakan penilaian mereka, sebuah kondisi yang menjelaskan mengapa permohonan Lut di ayat-ayat sebelumnya tidak digubris.
Renungan dan Hikmah
- Allah bersumpah 'demi umurmu'. Yang dijadikan sumpah bukan langit atau waktu, melainkan usia seorang manusia. Sebuah penghormatan yang jarang, dan diletakkan tepat di tengah kisah tentang kaum yang paling rusak, seolah menandai betapa berharganya satu orang yang masih berdiri di tempat yang benar.
- Keadaan mereka disebut kemabukan, padahal bukan karena minuman. Yang digambarkan Allah hilangnya kemampuan menilai, bukan sekadar pilihan buruk. Orang yang mabuk tidak sedang menimbang lalu memilih salah; ia sudah kehilangan alat untuk menimbang, dan itu keadaan yang jauh lebih sulit ditembus nasihat.
- Kata yang menyusul menggambarkan gerakan tanpa arah. Mereka bukan berjalan menuju sesuatu, melainkan terombang-ambing. Kerusakan yang paling dalam memang tidak berbentuk perjalanan ke arah yang salah, melainkan hilangnya arah sama sekali sambil terus bergerak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-m-r, s-k-r, '-m-h): la-'amruka diterjemahkan 'demi umurmu' (akar '-m-r); sakrah diterjemahkan 'kemabukan' (akar s-k-r); ya'mahuun diterjemahkan 'terombang-ambing' (akar '-m-h, spt 7:186/10:11). gloss '(Allah berfirman,)/(Nabi Muhammad)/(demi melampiaskan hawa nafsu)' + footnote dibuang.