وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍ

Dan sesungguhnya ia benar-benar terletak di jalan yang tetap.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِنَّهَا لَبِسَبِيلٍ مُقِيمٍwa-innahaa la-bi-sabiilin muqiimindan sesungguhnya ia benar-benar terletak di jalan yang tetap

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَإِنَّهَاwa-innahaadan sesungguhnya ia
  2. لَبِسَبِيلٍla-bi-sabiilinbenar-benar di jalan
  3. مُقِيمٍmuqiiminyang kekal

Inti bacaan

Lokasi kehancuran itu 'benar-benar terletak di jalan yang tetap dilalui', bukti sejarah tetap dapat diakses secara fisik oleh siapa pun yang melintasinya, bukan tersembunyi atau sulit dijangkau.

Penjelasan pilihan kata

'Jalan yang tetap' (sabiil muqiim): merujuk pada lokasi reruntuhan kota itu yang tetap berada di jalur yang biasa dilalui, menjadikannya pengingat yang terus bisa disaksikan, bukan tersembunyi.

Tafsiran

Detail geografis ini penting: reruntuhan kaum Lut bukan legenda dari tempat jauh yang tak terjangkau, melainkan berada di jalur yang terus dilalui, menjadikan pelajarannya (15:75) sesuatu yang bisa disaksikan langsung oleh siapa pun yang melintas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut negeri itu terletak di jalan yang tetap. Masih dilewati orang. Bekas kebinasaan itu bukan reruntuhan yang harus dicari.
  • Kata yang Dia pakai tetap. Bukan lama. Jalannya masih dipakai sampai sekarang, dan itu yang membuat buktinya tak bisa dihindari.
  • Allah menutup kisah itu dengan satu baris tentang letaknya. Bukan tentang azabnya. Yang ditinggalkan bagi pembacanya alamat, bukan gambaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-l, q-w-m): sabiil muqiim diterjemahkan 'jalan yang tetap' (akar s-b-l + akar q-w-m). gloss '(negeri)/(dilalui manusia)' + footnote dibuang.