وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ لَظَالِمِينَ
Dan sesungguhnya penduduk Aikah benar-benar orang-orang yang zalim,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ كَانَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِwa-in kaana ash-haabu l-aykatidan sesungguhnya penduduk Aikah
- لَظَالِمِينَla-zhaalimiinabenar-benar orang-orang yang zalim
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنْwa-indan sesungguhnya
- كَانَkaanaadalah
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْأَيْكَةِl-aykatiAikah
- لَظَالِمِينَla-zhaalimiinabenar-benar orang-orang zalim
Inti bacaan
Penyebutan singkat penduduk Aikah (kaum Syuʻaib dengan sebutan berbeda) sebagai 'orang-orang yang zalim' menegaskan lagi pola konsisten yang berulang lintas berbagai kisah kehancuran.
Penjelasan pilihan kata
'Aikah' merujuk pada nama tempat (kadang diterjemahkan 'rimba'), kaum yang menerima peringatan dari Nabi Syu'aib menurut penyebutan di ayat-ayat lain: hanya disebut singkat di sini sebagai contoh tambahan setelah kisah kaum Lut.
Tafsiran
Ayat ini membuka daftar singkat contoh-contoh tambahan kaum yang dihancurkan: setelah kisah panjang kaum Lut, kini disebut secara ringkas dua kaum lain sebagai penguat pola yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut mereka dalam satu baris saja. Sesudah kisah Lut yang panjang. Polanya sudah dikenal, jadi cukup namanya.
- Yang disebut sifatnya, bukan perbuatannya: orang-orang yang zalim. Tanpa rincian. Tak satu pun keterangan diberikan tentang apa yang mereka kerjakan.
- Allah menaruhnya sebagai contoh tambahan, bukan kisah baru. Menguatkan yang sudah ada. Daftar yang panjang lebih meyakinkan daripada satu cerita yang rinci.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-w-n, s-h-b, zh-l-m): ashaab al-aykah diterjemahkan 'penduduk Aikah (rimba)'; zhaalimiin diterjemahkan 'orang-orang yang zalim'. footnote-marker dibuang.