وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا آمِنِينَ

dan mereka memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan rasa aman.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَكَانُوا يَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًاwa-kaanuu yanhituuna mina l-jibaali buyuutandan mereka memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah
  2. آمِنِينَaaminiinadengan rasa aman

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  2. يَنْحِتُونَyanhituunamereka memahat
  3. مِنَminadari
  4. الْجِبَالِl-jibaaligunung-gunung
  5. بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
  6. آمِنِينَaaminiinadalam keadaan aman

Inti bacaan

Ironi tajam: mereka memahat rumah dari gunung 'dengan rasa aman', pencapaian teknis luar biasa disertai rasa aman yang ternyata keliru, sebuah pengingat bahwa perasaan aman tidak selalu mencerminkan keamanan yang sesungguhnya.

Penjelasan pilihan kata

'Dengan rasa aman' (aaminiin): akar yang sama dengan 'aman' di 15:46 (jaminan bagi penghuni surga), di sini rasa aman kaum Hijr terbukti keliru, sebuah kontras dengan rasa aman yang benar-benar terjamin di surga.

Tafsiran

Rasa aman kaum Hijr yang bersumber dari kekokohan rumah batu mereka menjadi ironis: keamanan fisik yang mereka andalkan tidak melindungi mereka dari konsekuensi penolakan mereka terhadap rasul.

Renungan dan Hikmah

  • Rasa aman kaum Hijr yang bersandar pada kekokohan fisik rumah mereka terbukti tidak berdaya menghadapi konsekuensi yang sesungguhnya penting, sebuah pengingat bahwa keamanan material tidak setara dengan keselamatan sesungguhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, n-h-t, j-b-l, b-y-t, a-m-n): yanhituun diterjemahkan 'memahat' (akar n-h-t); jibaal diterjemahkan 'gunung-gunung'; aaminiin diterjemahkan 'aman' (akar '-m-n). gloss '(batu)/(yang didiami)' dibuang.