إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

Sesungguhnya Tuhanmulah Sang Pencipta, Sang Berilmu.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُinna rabbaka huwa l-khallaaqu l-'aliimusesungguhnya Tuhanmulah Sang Pencipta, Sang Berilmu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. هُوَhuwaDia
  4. الْخَلَّاقُl-khallaaquMaha Pencipta
  5. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Kapasitas mencipta dipasangkan dengan pengetahuan menyeluruh, kombinasi kreativitas dan kebijaksanaan yang menyeluruh sebagai gambaran otoritas yang sah.

Penjelasan pilihan kata

'Sang Pencipta' (al-khallaaq): akar yang sama persis dengan 'menciptakan' (khalaqnaa) di 15:85 dan seluruh gugusan penciptaan Adam (15:26-28), di sini dalam bentuk intensif (pola fa''aal, menandai tindakan berulang/besar), bukan sekadar 'yang pernah menciptakan', melainkan 'yang terus-menerus mencipta'. Catatan penting: kata Arab lain yang juga lazim diterjemahkan 'Pencipta' (faatir, di 12:101 dan 14:10) berakar berbeda, dua akar Arab yang berbeda kebetulan bertemu pada satu kata Indonesia yang sama karena keterbatasan padanan, bukan karena kedua akar itu identik. 'Sang Berilmu' (al-aliim): terjemahan tetap, tanpa kata 'Maha', konsisten dengan pola takrif di seluruh terjemahan ini.

Tafsiran

Ayat ini menyimpulkan seluruh gugusan bukti ciptaan (langit, bumi, manusia) yang dimulai sejak 15:16 dengan menegaskan dua sifat inti Allah (pencipta yang terus-menerus dan berilmu penuh), dasar bagi perintah pemaafan yang baik di ayat sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Kata untuk Sang Pencipta di sini berbentuk yang menandai tindakan berulang, bukan sekadar yang pernah mencipta. Penciptaan bukan peristiwa yang sudah lewat lalu ditinggal. Allah disebut sebagai Yang terus-menerus mencipta, dan itu berarti tak ada satu pun hari yang berdiri sendiri tanpa pekerjaan-Nya di dalamnya.
  • Ayat sebelumnya memerintahkan memaafkan dengan cara yang baik, dan ayat ini menyebut alasannya: Tuhanmu Sang Pencipta, Sang Berilmu. Memaafkan jadi masuk akal justru karena yang mengetahui seluruh perkaranya bukan kita. Orang yang merasa dirinya satu-satunya yang tahu duduk perkaranya tak akan pernah sanggup melepaskan.
  • Seluruh gugusan bukti panjang tentang langit, bumi, dan manusia ditutup dengan kalimat sependek ini. Tak ada rangkuman, tak ada pengulangan. Allah membiarkan dua nama berdiri sebagai penutup, dan pembacanya sendiri yang harus menyambungkan seluruh yang dibacanya ke sana.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').