وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُ
Dan katakanlah, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata,”
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَقُلْ إِنِّي أَنَا النَّذِيرُ الْمُبِينُwa-qul innii anaa n-nadziiru l-mubiinudan katakanlah, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَقُلْwa-quldan katakanlah
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- أَنَاanaaaku
- النَّذِيرُn-nadziirupemberi peringatan
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Kejelasan peran yang diulang: 'pemberi peringatan yang nyata', kesederhanaan mendefinisikan diri sesuai fungsi yang sebenarnya, tanpa klaim berlebihan.
Penjelasan pilihan kata
'Pemberi peringatan' (nadziir): akar yang sama dengan 'peringatan' (dzikr, secara akar berbeda tapi bertema sama) yang dibahas di 15:6/15:9, di sini secara eksplisit menegaskan peran, bukan sekadar pembawa pesan pasif.
Tafsiran
Pernyataan identitas ini menyimpulkan sikap yang diperintahkan di ayat sebelumnya: peran sebagai pemberi peringatan tidak memerlukan kesedihan berlebihan atas penolakan atau iri atas kenikmatan orang lain, cukup menyampaikan peringatan itu dengan jelas.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruhnya menyebut dirinya pemberi peringatan yang nyata. Sebatas itu. Yang diperintahkan mengakui perannya, bukan mengumumkan keberhasilannya.
- Kata yang dipakai nyata, menerangkan cara memperingatkan. Bukan menerangkan hasilnya. Yang dituntut kejelasan penyampaian, bukan diterimanya pesan.
- Allah menaruh kalimat ini sesudah melarangnya bersedih dan iri. Sebagai penutup. Yang menenangkan bukan janji, melainkan kejelasan tentang batas tugasnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-dz-r, b-y-n): nadhiir mubiin diterjemahkan 'pemberi peringatan yang nyata' (akar n-dz-r). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.