فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَfa-sabbih bi-hamdi rabbikamaka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu
  2. وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَwa-kun mina s-saajidiinadan jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَسَبِّحْfa-sabbihmaka bertasbihlah
  2. بِحَمْدِbi-hamdidengan memuji
  3. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  4. وَكُنْwa-kundan jadilah
  5. مِنَminadari
  6. السَّاجِدِينَs-saajidiinaorang-orang yang bersujud

Inti bacaan

Respons yang dianjurkan terhadap kesulitan emosional: praktik spiritual (bertasbih, sujud) sebagai cara mengatasi dan menenangkan diri, bukan menekan perasaan atau membalas secara langsung. Konkretnya: menjadikan praktik spiritual rutin (refleksi, doa, ritual yang menenangkan) sebagai respons terhadap tekanan emosional yang berat adalah strategi mengatasi yang sehat, mengalihkan energi dari kepahitan atau balas dendam menuju praktik yang menenangkan dan memperkuat batin.

Penjelasan pilihan kata

'Bersujud' (saajidiin): akar سجد yang sama dipertahankan konsisten di seluruh terjemahan ini (band. 12:4, 12:100, 13:15, 15:29-33), tanpa menyisipkan kata tambahan seperti 'salat' yang tidak tertulis eksplisit di ayat ini: kata Arabnya sendiri berbicara tentang tindakan bersujud, bukan menyebut istilah ibadah tertentu. 'Memuji' (hamd), akar yang berbeda dari 'syukur' (shukr, tidak dipakai di sini): memuji menandai pengakuan atas sifat yang layak dipuji, bukan sekadar respons atas nikmat yang diterima.

Tafsiran

Perintah penutup surah ini (bertasbih, memuji, dan bersujud) adalah respons yang diarahkan kepada penerima wahyu setelah rangkaian pengakuan atas beratnya beban dakwah (15:97): bukan pembalasan atau kesedihan, melainkan pengalihan penuh kepada penghambaan.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah beban dakwah diakui di ayat sebelumnya, yang diperintahkan bukan istirahat dan bukan pula jalan keluar dari kesulitannya. Yang diminta berubah sikapnya: bertasbih, memuji, bersujud. Allah tidak selalu memindahkan seseorang dari keadaannya; kadang yang Dia ubah cara orang itu berdiri di dalamnya.
  • Perintah Allah berbunyi 'jadilah engkau termasuk orang-orang yang bersujud', bukan 'bersujudlah'. Satu kata itu memindahkan seseorang dari kesendirian ke dalam kumpulan. Obat yang ditawarkan untuk beban yang paling menyendiri ternyata mengandung orang lain di dalamnya.
  • Yang diperintahkan bukan syukur atas sesuatu yang baru diterima, melainkan memuji, yaitu mengakui sifat yang memang layak dipuji. Perbedaannya terasa justru pada saat seperti yang digambarkan ayat sebelumnya: bersyukur menuntut ada yang bisa disyukuri hari itu, sedangkan memuji tetap mungkin ketika tak ada satu pun yang membaik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga hamd pemakaian diteruskan ('segala puji/memuji' terjemahan lain konsisten; al-hamdu = al- istighraaq dipertahankan); pasangan belum ditelaah (ghanii 'Maha Kaya') dipertahankan sementara. Konvensi hmd: hamiid diterjemahkan 'terpuji' (7 indefinit kecil) / 'Sang Terpuji' (10 takrif); hamd diterjemahkan 'puji' (al-hamdu 'segala puji' = istighraaq, pemakaian diteruskan); mahmuud 17:79 'tempat yang terpuji'; yuhmaduu 3:188 'dipuji'. Pembeda: shukr diterjemahkan 'mengganjar/bersyukur' (31:12 ayat dua-akar); wilayah 'terpuji' 100% milik akar ini di terjemahan lain (nol kolisi); 'mulia' DICADANGKAN kariim/majiid (11:73 hamiidun majiid).