وَعَلَى اللَّهِ قَصْدُ السَّبِيلِ وَمِنْهَا جَائِرٌ ۚ وَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَ
Dan atas Allah arah jalan yang lurus, dan di antaranya ada yang menyimpang. Dan sekiranya Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَعَلَى اللَّهِ قَصْدُ السَّبِيلِwa-'alaa llaahi qashdu s-sabiilidan atas Allah arah jalan yang lurus
- وَمِنْهَا جَائِرٌwa-minhaa jaa'irundan di antaranya ada yang menyimpang
- وَلَوْ شَاءَ لَهَدَاكُمْ أَجْمَعِينَwa-law syaa'a la-hadaakum ajma'iinadan sekiranya Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَعَلَىwa-'alaadan atas
- اللَّهِllaahiAllah
- قَصْدُqashdulurus
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
- وَمِنْهَاwa-minhaadan darinya
- جَائِرٌjaa'irunyang menyimpang
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- شَاءَsyaa'amenghendaki
- لَهَدَاكُمْla-hadaakumsungguh Dia akan memberi kalian petunjuk
- أَجْمَعِينَajma'iinaseluruhnya
Inti bacaan
Arah jalan yang benar menjadi tanggung jawab yang ditunjukkan Allah, namun tetap ada jalan yang menyimpang, 'sekiranya Dia menghendaki, tentu Dia memberi petunjuk kepada kalian semua' menegaskan bahwa petunjuk diberikan tanpa memaksa, menghormati pilihan bebas. Konkretnya: kebebasan memilih arah hidup adalah bagian mendasar dari cara petunjuk bekerja, bukan pemaksaan seragam, menghormati kebebasan memilih pada orang lain (bukan memaksakan keyakinan) adalah sikap yang konsisten dengan pola ini.
Penjelasan pilihan kata
'Arah jalan yang lurus' (qasdu s-sabiil): kalimat nominal dalam teks Arabnya, tanpa kata kerja eksplisit; dipertahankan tanpa menyisipkan kata kerja seperti 'menunjukkan' yang tidak tertulis.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa jalan yang benar adalah tanggung jawab/urusan Allah untuk ditetapkan, sementara jalan yang menyimpang juga ada sebagai kemungkinan: sebuah pengakuan bahwa petunjuk mutlak bisa saja diberikan kepada semua orang jika Allah menghendaki, namun kenyataannya tidak demikian, membuka ruang bagi pilihan manusia.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini menyandingkan dua kenyataan tanpa menyelesaikan ketegangannya: jalan lurus adalah urusan Allah, namun Allah juga bisa memberi petunjuk kepada semua orang jika menghendaki, dan pada kenyataannya tidak melakukannya. Ketegangan antara kehendak mutlak Allah dan keberadaan jalan yang menyimpang dibiarkan terbuka, bukan diselesaikan dengan penjelasan tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, q-s-d, s-b-l, j-w-r, sh-y-a, h-d-y, j-m-'): qasdu s-sabiil diterjemahkan 'jalan yang lurus (tujuan jalan)' (akar q-s-d); jaa'ir diterjemahkan 'menyimpang' (akar j-w-r); hadaakum diterjemahkan 'memberi petunjuk kalian' (akar h-d-y HDY). gloss '(jalan)/(ke jalan yang benar)' dibuang.