وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
Dan Dia menundukkan bagi kalian malam dan siang, matahari dan bulan, dan bintang-bintang ditundukkan dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَwa-sakhkhara lakumu l-layla wa-n-nahaara wa-sy-syamsa wa-l-qamaraDia menundukkan bagi kalian malam dan siang, matahari dan bulan
- وَالنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِwa-n-nujuumu musakhkharaatun bi-amrihidan bintang-bintang ditundukkan dengan perintah-Nya
- إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَinna fii dzaalika la-aayaatin li-qawmin ya'qiluunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَسَخَّرَwa-sakhkharadan Dia menundukkan
- لَكُمُlakumubagi kalian
- اللَّيْلَl-laylamalam
- وَالنَّهَارَwa-n-nahaaradan siang
- وَالشَّمْسَwa-sy-syamsadan matahari
- وَالْقَمَرَwa-l-qamaradan bulan
- وَالنُّجُومُwa-n-nujuumudan bintang-bintang
- مُسَخَّرَاتٌmusakhkharaatunyang ditundukkan
- بِأَمْرِهِbi-amrihidengan keputusan-Nya
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِيfiidi
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- لَآيَاتٍla-aayaatinbenar-benar tanda-tanda
- لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
- يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti
Inti bacaan
Penundukan malam-siang, matahari-bulan, bintang-bintang disebut 'tanda bagi orang yang mengerti (menggunakan akal)', kata kerja kognitif yang berbeda dari ayat sebelumnya (berpikir vs. menggunakan akal) menunjukkan cara memahami fenomena yang sama bisa melalui jalur pemikiran yang berbeda-beda.
Penjelasan pilihan kata
'Menundukkan' (sakhkhara): kata yang menegaskan benda-benda langit berada di bawah pengaturan/kendali, bukan berjalan sendiri secara acak; 'mengerti' (ya'qiluun), akar yang berbeda dari 'berpikir' (yatafakkaruun) di ayat sebelumnya, menandai pemahaman rasional yang lebih mendalam.
Tafsiran
Ayat ini beralih dari tanda-tanda di bumi (tanaman) ke tanda-tanda di langit (siang-malam, matahari-bulan-bintang): dua ranah berbeda yang sama-sama menuntut respons kognitif, kini dengan istilah yang lebih kuat ('mengerti' dibanding 'berpikir').
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut dua pasang lebih dahulu, lalu satu yang berdiri sendiri di ujung daftar. Yang terakhir itu diberi keterangan tambahan, ditundukkan dengan perintah-Nya, seolah perlu ditegaskan sekali lagi meski sudah jelas dari yang sebelumnya.
- Keterangan yang dilekatkan bagi kalian. Benda sebesar itu disebut berada di bawah pengaturan, demi manusia. Bukan manusia yang menaklukkannya; susunannya sudah berjalan jauh sebelum ada seorang pun yang menyaksikan.
- Penutupnya memakai kata yang berbeda dari ayat sebelumnya, dan dengan itu Allah menaikkan ukurannya. Tanda yang lebih besar rupanya menuntut cara membaca yang lebih dalam, bukan sekadar perhatian yang lebih lama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.