وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan Dia memancangkan gunung-gunung kokoh di bumi agar ia tidak berguncang bersama kalian, dan sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kalian mendapat petunjuk,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَwa-alqaa fii l-ardhi rawaasiyadan Dia memancangkan gunung-gunung kokoh di bumi
  2. أَنْ تَمِيدَ بِكُمْan tamiida bikumagar ia tidak berguncang bersama kalian
  3. وَأَنْهَارًا وَسُبُلًا لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَwa-anhaaran wa-subulan la'allakum tahtaduunadan sungai-sungai dan jalan-jalan, agar kalian mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَأَلْقَىٰwa-alqaadan ia melemparkan
  2. فِيfiidi
  3. الْأَرْضِl-ardhibumi
  4. رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
  5. أَنْanagar tidak
  6. تَمِيدَtamiidaberguncang
  7. بِكُمْbikumkepada kalian
  8. وَأَنْهَارًاwa-anhaarandan sungai-sungai
  9. وَسُبُلًاwa-subulandan jalan-jalan
  10. لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
  11. تَهْتَدُونَtahtaduunamemperoleh petunjuk

Inti bacaan

Gunung-gunung yang kokoh mencegah bumi berguncang, disertai sungai dan jalan-jalan, 'agar kalian mendapat petunjuk', stabilitas fisik dihubungkan langsung dengan tujuan petunjuk, menunjukkan bahwa keteraturan fisik alam bukan sekadar dekoratif melainkan instrumental bagi orientasi hidup manusia.

Penjelasan pilihan kata

'Gunung-gunung kokoh' (rawaasiya): akar yang sama dengan 15:19, konsisten. 'Mendapat petunjuk' (tahtaduun): akar yang sama dengan 'jalan yang lurus' (16:9), menyambung tema petunjuk fisik (jalan di bumi) dengan petunjuk spiritual yang sudah disinggung sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan gunung dan jalan sebagai tanda ciptaan lain, dengan penekanan ganda pada fungsi 'petunjuk': jalan-jalan di bumi membantu manusia menemukan arah secara fisik, sebuah gema dari 'petunjuk' spiritual yang jadi tema besar surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut gunung sebelum sungai dan jalan. Yang paling diam disebut pertama. Kestabilan didahulukan atas segala yang bergerak, seolah tak ada perjalanan yang berguna di atas tanah yang belum tenang.
  • Alasan yang diberikan agar bumi tidak berguncang bersama kalian. Manusia disebut di dalam alasannya. Bukan supaya bumi kokoh, melainkan supaya yang berdiri di atasnya tidak terlempar.
  • Tujuan yang disebut Allah untuk jalan-jalan itu agar kalian mendapat petunjuk. Kata yang sama dipakai untuk menemukan arah di bumi dan menemukan arah dalam hidup. Satu kata menghubungkan keduanya tanpa perlu penjelasan tambahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-q-y, a-r-d, r-s-w, m-y-d, n-h-r, s-b-l, h-d-y): alqaa rawaasiya diterjemahkan 'memancangkan gunung-gunung kokoh' (akar l-q-y + akar r-s-w); tamiida diterjemahkan 'berguncang' (akar m-y-d); subul diterjemahkan 'jalan-jalan' (akar s-b-l); tahtaduun diterjemahkan 'mendapat petunjuk' (akar h-d-y HDY). gloss '(menciptakan)' dibuang.