أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

mati, tidak hidup, dan tidak menyadari kapan mereka dibangkitkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍamwaatun ghayru ahyaa'inmati, tidak hidup
  2. وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَwa-maa yasy'uruuna ayyaana yub'atsuunadan tidak menyadari kapan mereka dibangkitkan

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. أَمْوَاتٌamwaatunorang-orang mati
  2. غَيْرُghayrutidak
  3. أَحْيَاءٍahyaa'inyang hidup
  4. وَمَاwa-maadan tidaklah
  5. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari
  6. أَيَّانَayyaanakapankah
  7. يُبْعَثُونَyub'atsuunamereka dibangkitkan

Inti bacaan

Deskripsi tajam: 'mati, tidak hidup, dan tidak menyadari kapan mereka dibangkitkan', sesembahan yang bahkan tidak memiliki kesadaran dasar dinyatakan secara kategoris tidak layak. Konkretnya: uji praktis kelayakan sesuatu untuk dijadikan fokus pengabdian hidup adalah apakah objek tersebut memiliki kapasitas kesadaran/respons sama sekali, mengabdikan diri pada sesuatu yang tak bernyawa atau tak sadar (harta, status, citra) adalah kesalahan arah yang serupa secara struktural.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini melanjutkan langsung kesimpulan dari 16:20 tentang sembahan selain Allah: mati dan tidak hidup, bahkan tidak menyadari peristiwa kebangkitan yang akan menimpa segala sesuatu.

Tafsiran

Deskripsi ini memperdalam argumen ontologis dari ayat sebelumnya: sembahan-sembahan itu bukan hanya diciptakan (bukan pencipta), tetapi juga mati (bukan hidup) dan tidak sadar (bukan berkesadaran), tiga kekurangan mendasar yang membuatnya tidak layak disembah.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tiga hal berturut-turut: mati, tidak hidup, tidak menyadari. Bukan satu sifat diulang tiga kali. Yang disembah itu tidak sekadar tak berdaya; ia bahkan tidak hadir sebagai sesuatu yang bisa mengetahui bahwa ia sedang disembah.
  • Yang disebut Allah terakhir bahwa mereka tak menyadari kapan dibangkitkan. Bahkan tentang nasib mereka sendiri pun mereka tidak tahu. Sesuatu yang tak mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya jelas tak bisa dimintai apa pun tentang nasib orang lain.
  • Seluruh bantahan atas sesembahan selain Allah diringkas dalam kalimat sependek ini. Tak ada bantahan panjang, tak ada perdebatan. Kadang yang paling melumpuhkan sebuah klaim bukan sanggahan yang rumit, melainkan menyebutkan apa adanya keadaan yang diklaim itu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-w-t, gh-y-r, h-y-y, sh-'-r, b-'-ts): amwaat/ahyaa' diterjemahkan 'mati/hidup' (akar m-w-t, akar h-y-y); yash'uruun diterjemahkan 'menyadari' (akar sh-'-r); yub'athuun diterjemahkan 'dibangkitkan' (akar b-'-ts). gloss '(Berhala-berhala itu benda)/(penyembahnya)' dibuang.