لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

Tidak diragukan bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang yang menyombongkan diri.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَlaa jarama anna llaaha ya'lamu maa yusirruuna wa-maa yu'linuunatidak diragukan bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan
  2. إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَinnahu laa yuhibbu l-mustakbiriinasesungguhnya Dia tidak mencintai orang-orang yang menyombongkan diri

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. لَاlaatidak
  2. جَرَمَjaramasesungguhnya
  3. أَنَّannabahwa
  4. اللَّهَllaahaAllah
  5. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  6. مَاmaaapa yang
  7. يُسِرُّونَyusirruunamereka rahasiakan
  8. وَمَاwa-maadan apa yang
  9. يُعْلِنُونَyu'linuunamereka nyatakan
  10. إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
  11. لَاlaatidak
  12. يُحِبُّyuhibbumencintai
  13. الْمُسْتَكْبِرِينَl-mustakbiriinaorang-orang yang sombong

Inti bacaan

Kesombongan disebut secara eksplisit sebagai sifat yang membuat seseorang tidak dicintai, 'Dia tidak mencintai orang-orang yang sombong'. Konkretnya: kesombongan diidentifikasi secara spesifik sebagai sifat yang perlu dijaga dan dihindari secara aktif, kewaspadaan terhadap benih kesombongan dalam diri sendiri, sekecil apa pun, adalah praktik karakter yang konkret dan bisa dievaluasi.

Penjelasan pilihan kata

'Tidak mencintai' (laa yuhibbu): negasi tegas yang dipertahankan konsisten, bukan diperhalus; 'menyombongkan diri' (mustakbiriin), kata yang sama dengan ayat sebelumnya, menegaskan sikap yang sama menjadi objek ketidaksukaan Allah.

Tafsiran

Ayat ini menyambung 16:19 (Allah mengetahui yang tersembunyi dan tampak) dengan menerapkannya secara khusus pada sikap sombong: pengetahuan Allah yang menyeluruh mencakup juga niat tersembunyi di balik kesombongan yang mungkin tidak selalu tampak jelas.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut apa yang mereka rahasiakan lebih dahulu, baru apa yang mereka tampakkan. Urutannya terbalik dari cara manusia mengenal manusia. Yang bagi kita paling akhir terlihat justru yang pertama disebut di sini.
  • Dua kalimat ini berdampingan bukan tanpa sebab: pengetahuan yang menyeluruh, lalu kesombongan. Merasa lebih tinggi selalu bersandar pada dugaan bahwa isi dada tak ada yang tahu. Begitu dugaan itu dicabut, tak banyak yang tersisa untuk disombongkan.
  • Yang dipilih Allah menyebut diri-Nya tidak mencintai, bukan membenci atau menghukum. Kata yang paling halus untuk keadaan yang paling berat. Bagi orang yang mengharapkan sesuatu, tidak dicintai kabar yang lebih menusuk daripada dimarahi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).