قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

Sungguh orang-orang sebelum mereka telah membuat muslihat, maka Allah mendatangi bangunan mereka dari fondasinya, lalu atap runtuh menimpa mereka dari atas, dan azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْqad makara lladziina min qablihimsungguh orang-orang sebelum mereka telah membuat muslihat
  2. فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِfa-ataa llaahu bunyaanahum mina l-qawaa'idimaka Allah mendatangi bangunan mereka dari fondasinya
  3. فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْfa-kharra 'alayhimu s-saqfu min fawqihimlalu atap runtuh menimpa mereka dari atas
  4. وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَwa-ataahumu l-'adzaabu min haytsu laa yasy'uruunadan azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. قَدْqadsungguh
  2. مَكَرَmakaramembuat tipu daya
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. مِنْmindari
  5. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  6. فَأَتَىfa-ataamaka datanglah
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. بُنْيَانَهُمْbunyaanahumbangunan mereka
  9. مِنَminadari
  10. الْقَوَاعِدِl-qawaa'idipondasi
  11. فَخَرَّfa-kharramaka ia tersungkur
  12. عَلَيْهِمُ'alayhimuatas mereka
  13. السَّقْفُs-saqfuatap
  14. مِنْmindari
  15. فَوْقِهِمْfawqihimatas mereka
  16. وَأَتَاهُمُwa-ataahumudan datang kepada mereka
  17. الْعَذَابُl-'adzaabuazab
  18. مِنْmindari
  19. حَيْثُhaytsudi mana saja
  20. لَاlaatidak
  21. يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari

Inti bacaan

Metafora tajam: mereka yang berbuat makar sebelumnya justru diruntuhkan 'dari fondasinya', atap menimpa 'dari arah yang tidak mereka sadari', rencana yang dibangun di atas fondasi yang tidak sah cenderung runtuh, sering dari arah yang tak terduga. Konkretnya: rencana atau strategi apa pun yang dibangun di atas fondasi yang tidak jujur atau tidak sah rentan runtuh secara tak terduga, memastikan fondasi legitimasi kokoh sejak awal lebih penting daripada kecanggihan rencana itu sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Muslihat' (makara): akar yang sama dengan yang dipakai berulang di kisah Yusuf (band. 12:31, 13:42, 14:46), konsisten dipertahankan sebagai terjemahan khusus akar ini, berbeda dari 'tipu daya' (kayd).

Tafsiran

Ayat ini memberi contoh historis konkret dari prinsip pertanggungjawaban yang baru dibahas: muslihat yang dirancang manusia dibalas dengan cara yang justru menyerang fondasi rencana itu sendiri, sebuah gambaran keruntuhan total yang datang dari titik yang tidak diperhitungkan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah digambarkan mendatangi bangunan mereka 'dari fondasinya'. Bukan merobohkan dari atas, melainkan dari bagian yang tak pernah diperiksa lagi sesudah selesai dipasang. Yang paling jarang ditinjau ulang dari sebuah rencana memang justru dasarnya, sebab seluruh bangunan sesudahnya sudah berdiri di atasnya.
  • Atap yang runtuh itu atap mereka sendiri, yang mereka pasang untuk melindungi diri. Yang menimpa bukan sesuatu yang datang dari luar. Bangunan yang didirikan di atas muslihat tetap bangunan, dan tetap ditinggali oleh yang mendirikannya.
  • Allah menutupnya dengan menyebut azab datang 'dari arah yang tidak mereka sadari'. Bukan dari arah yang mereka jaga. Perhitungan yang paling teliti sekalipun cuma sanggup mengawasi arah yang terpikirkan, dan yang tak terpikirkan selalu lebih banyak daripada yang terpikirkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar m-k-r, q-b-l, a-t-y, a-l-h, b-n-y, q-'-d, kh-r-r, s-q-f, f-w-q, '-dz-b, h-y-ts, sh-'-r): makara diterjemahkan 'membuat makar' (akar m-k-r putaran MKR; terjemahan lain 'mengadakan tipu daya'); bunyaan/qawaa'id diterjemahkan 'bangunan/fondasi' (akar b-n-y + akar q-'-d); kharra diterjemahkan 'runtuh' (akar kh-r-r); saqf diterjemahkan 'atap'. Selaras.