ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنْتُمْ تُشَاقُّونَ فِيهِمْ ۚ قَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ إِنَّ الْخِزْيَ الْيَوْمَ وَالسُّوءَ عَلَى الْكَافِرِينَ

Kemudian pada hari kebangkitan Dia menghinakan mereka dan berkata, “Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu, yang karena mereka kalian selalu memusuhi?” Orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, “Sesungguhnya kehinaan dan keburukan pada hari ini ditimpakan kepada orang-orang yang kufur.”

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُخْزِيهِمْtsumma yawma l-qiyaamati yukhziihimkemudian pada hari kebangkitan Dia menghinakan mereka
  2. وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَwa-yaquulu ayna syurakaa'iyadan berkata, di manakah sekutu-sekutu-Ku itu
  3. الَّذِينَ كُنْتُمْ تُشَاقُّونَ فِيهِمْalladziina kuntum tusyaaqquuna fiihimyang karena mereka kalian selalu memusuhi
  4. قَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَqaala lladziina uutuu l-'ilmaorang-orang yang dianugerahi ilmu berkata
  5. إِنَّ الْخِزْيَ الْيَوْمَ وَالسُّوءَ عَلَى الْكَافِرِينَinna l-khizya l-yawma wa-s-suu'a 'alaa l-kaafiriinasesungguhnya kehinaan dan keburukan pada hari ini ditimpakan kepada orang-orang yang kufur

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. ثُمَّtsummakemudian
  2. يَوْمَyawmahari
  3. الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
  4. يُخْزِيهِمْyukhziihimmenghinakan mereka
  5. وَيَقُولُwa-yaquuludan ia berkata
  6. أَيْنَaynadi mana
  7. شُرَكَائِيَsyurakaa'iyasekutu-sekutu-Ku
  8. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  9. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  10. تُشَاقُّونَtusyaaqquunakalian menentang
  11. فِيهِمْfiihimpada mereka
  12. قَالَqaalaberkata
  13. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  14. أُوتُواuutuudiberi
  15. الْعِلْمَl-'ilmapengetahuan
  16. إِنَّinnasesungguhnya
  17. الْخِزْيَl-khizyakehinaan
  18. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  19. وَالسُّوءَwa-s-suu'adan keburukan
  20. عَلَى'alaaatas
  21. الْكَافِرِينَl-kaafiriinaorang-orang yang kufur

Inti bacaan

Adegan konfrontasi akhir: pertanyaan tajam 'Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu?' menyingkap bagaimana loyalitas yang dibangun di atas premis palsu lenyap ketika benar-benar diuji. Konkretnya: menguji apakah hal-hal yang selama ini diinvestasikan loyalitas dan kepercayaan benar-benar bisa dipertanggungjawabkan ketika ditanya 'di mana kau saat dibutuhkan?' adalah cara jujur mengevaluasi prioritas hidup sekarang, bukan menunggu sampai terlambat.

Penjelasan pilihan kata

'Memusuhi' (tushaaqquuna) dipertahankan tanpa menyisipkan objek 'nabi-nabi dan orang beriman' yang tidak tertulis eksplisit: teks Arabnya menyebut permusuhan itu terkait sekutu-sekutu yang disebut, tanpa merinci siapa yang dimusuhi. 'Sekutu-sekutu-Ku': ungkapan retoris yang menyingkap absurditas klaim persekutuan, karena Allah sendiri yang bertanya, seolah membiarkan mereka menjawab sendiri ketidakberdayaan sekutu-sekutu palsu itu.

Tafsiran

Pertanyaan retoris Allah pada hari kebangkitan ini menyingkap kekosongan klaim persekutuan yang dipertahankan mati-matian di dunia: pada saat konsekuensi nyata tiba, sekutu-sekutu itu tidak hadir untuk membela, dan yang tersisa hanyalah pengakuan dari orang-orang berilmu tentang nasib orang-orang kufur.

Renungan dan Hikmah

  • Allah bertanya 'di manakah sekutu-sekutu-Ku itu', memakai sebutan yang tak pernah menjadi milik-Nya. Kosakata mereka sendiri yang dipinjam untuk bertanya, dan justru itu yang membuat pertanyaannya tak bisa dijawab. Tak ada yang lebih sulit dibantah daripada istilah yang kita pakai sendiri lalu dibacakan kembali kepada kita.
  • Pertanyaan itu diajukan kepada mereka, tetapi yang berbicara berikutnya 'orang-orang yang dianugerahi ilmu'. Yang ditanya tidak menjawab sepatah pun. Diamnya itulah jawabannya, dan Allah membiarkannya berdiri tanpa perlu ditutup dengan penjelasan.
  • Permusuhan mereka disebut berlangsung 'karena mereka', yaitu demi sekutu-sekutu itu. Yang dipertahankan mati-matian selama hidup ternyata yang paling cepat lenyap saat ditanya. Sebagian pertengkaran yang paling panjang berdiri di atas sesuatu yang tak akan hadir untuk membelanya sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras). ilm=pengetahuan (kata serapan 'ilmu'); a'lam=elatif; allama=kausatif 'mengajar'.