الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ ۚ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
yaitu orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri, “Kami tidak pernah mengerjakan suatu keburukan pun.” “Tentu saja! Sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang telah kalian kerjakan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْalladziina tatawaffaahumu l-malaa'ikatu zhaalimii anfusihimorang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri
- فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍfa-alqawu s-salama maa kunnaa na'malu min suu'inlalu mereka menyerahkan diri, kami tidak pernah mengerjakan suatu keburukan pun
- بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَbalaa inna llaaha aliimun bimaa kuntum ta'maluunatentu saja, sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang telah kalian kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Adegan penolakan di saat terakhir ('Kami tidak pernah mengerjakan suatu kejahatan pun') langsung dibantah oleh pengetahuan menyeluruh yang sudah ada, menunjukkan kesia-siaan penyangkalan di saat genting ketika berhadapan dengan catatan yang sudah lengkap. Konkretnya: kejujuran terhadap diri sendiri sekarang jauh lebih bernilai daripada berharap bisa menyangkal atau merasionalisasi tindakan di kemudian hari, mengakui kesalahan secara jujur sejak dini lebih produktif daripada menunda dan berharap lolos dari pertanggungjawaban.