الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍ ۚ بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
yaitu orang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri, lalu mereka menyerahkan diri, “Kami tidak pernah mengerjakan suatu keburukan pun.” “Tentu saja! Sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang telah kalian kerjakan.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْalladziina tatawaffaahumu l-malaa'ikatu zhaalimii anfusihimorang-orang yang dicabut nyawanya oleh malaikat dalam keadaan menzalimi diri sendiri
- فَأَلْقَوُا السَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِنْ سُوءٍfa-alqawu s-salama maa kunnaa na'malu min suu'inlalu mereka menyerahkan diri, kami tidak pernah mengerjakan suatu keburukan pun
- بَلَىٰ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَbalaa inna llaaha 'aliimun bi-maa kuntum ta'maluunatentu saja, sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang telah kalian kerjakan
Terjemahan per kata (19 kata)
- الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
- تَتَوَفَّاهُمُtatawaffaahumumewafatkan mereka
- الْمَلَائِكَةُl-malaa'ikatupara malaikat
- ظَالِمِيzhaalimiiyang menzalimi
- أَنْفُسِهِمْanfusihimdiri mereka sendiri
- فَأَلْقَوُاfa-alqawumaka mereka melemparkan
- السَّلَمَs-salamaperdamaian
- مَاmaatidaklah
- كُنَّاkunnaakami adalah
- نَعْمَلُna'malukami kerjakan
- مِنْmindari
- سُوءٍsuu'inkeburukan
- بَلَىٰbalaaya
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
- بِمَاbi-maapada apa yang
- كُنْتُمْkuntumkalian selalu
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Adegan penolakan di saat terakhir ('Kami tidak pernah mengerjakan suatu kejahatan pun') langsung dibantah oleh pengetahuan menyeluruh yang sudah ada, menunjukkan kesia-siaan penyangkalan di saat genting ketika berhadapan dengan catatan yang sudah lengkap. Konkretnya: kejujuran terhadap diri sendiri sekarang jauh lebih bernilai daripada berharap bisa menyangkal atau merasionalisasi tindakan di kemudian hari, mengakui kesalahan secara jujur sejak dini lebih produktif daripada menunda dan berharap lolos dari pertanggungjawaban.
Penjelasan pilihan kata
'Berilmu' (aliim): terjemahan tetap tanpa 'Maha', konsisten di seluruh terjemahan ini. Penjawab kalimat terakhir ('Tentu saja...') tidak diberi penanda pembicara eksplisit dalam teks Arab: dipertahankan sesuai bentuk aslinya, bisa dipahami sebagai jawaban malaikat atau pernyataan langsung Allah.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan momen pengelakan terakhir, bahkan di ambang kematian, ada usaha menyangkal kesalahan, namun disusul jawaban tegas yang membongkar penyangkalan itu dengan pengetahuan Allah yang menyeluruh atas perbuatan mereka.
Renungan dan Hikmah
- Dua hal terjadi bersamaan: 'mereka menyerahkan diri' lalu berkata 'kami tidak pernah mengerjakan suatu keburukan pun'. Menyerah dan tetap menyangkal, di kalimat yang sama. Allah menggambarkan sesuatu yang tak masuk akal namun sangat dikenal, sebab kebiasaan membela diri ternyata bertahan lebih lama daripada harapan untuk menang.
- Keadaan mereka disebut 'menzalimi diri sendiri'. Bukan menzalimi Allah, yang memang mustahil, dan bukan terutama menzalimi orang lain. Kerusakan yang paling pokok dari sebuah perbuatan buruk jatuh lebih dulu ke pelakunya, dan itu bagian yang paling jarang dihitung ketika seseorang menimbang untung ruginya.
- Jawaban 'tentu saja, sesungguhnya Allah berilmu akan apa yang telah kalian kerjakan' datang tanpa disebut siapa yang mengucapkannya. Terjemahan ini tidak menambahkannya. Kalimat yang tak bernama pengucap terdengar datang dari segala arah, dan itu justru sesuai dengan keadaan yang sedang digambarkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').