فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ
Maka masukilah pintu-pintu Jahanam, kekal di dalamnya. Sungguh buruk tempat tinggal orang-orang yang menyombongkan diri.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَاfa-dkhuluu abwaaba jahannama khaalidiina fiihaamaka masukilah pintu-pintu Jahanam, kekal di dalamnya
- فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَfa-la-bi'sa matswaa l-mutakabbiriinamaka sungguh buruk tempat tinggal orang-orang yang menyombongkan diri
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَادْخُلُواfa-dkhuluumaka masuklah kalian
- أَبْوَابَabwaabapintu-pintu
- جَهَنَّمَjahannamaJahanam
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- فَلَبِئْسَfa-la-bi'samaka sungguh seburuk-buruk
- مَثْوَىmatswaatempat tinggal
- الْمُتَكَبِّرِينَl-mutakabbiriinaorang-orang yang sombong
Inti bacaan
Konsekuensi eternal dikaitkan langsung dengan 'seburuk-buruk tempat bagi orang yang menyombongkan diri', kesombongan diulang lagi sebagai fokus kegagalan utama, menegaskan betapa seriusnya sifat ini dipandang.
Penjelasan pilihan kata
'Orang-orang yang menyombongkan diri' (mutakabbiriin): akar yang sama dengan 'menyombongkan diri' (mustakbiriin) di 16:22-23, bentuk yang sedikit berbeda tapi makna serupa, menutup rangkaian tema kesombongan yang berulang sejak awal gugusan ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup episode dengan perintah langsung: konsekuensi final bagi kesombongan yang ditegaskan berulang kali sejak 16:22, menyimpulkan bahwa sikap batin inilah yang menjadi akar dari penolakan dan pengelakan yang sudah digambarkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pintu-pintu Jahanam, bukan satu pintu. Jalannya banyak. Yang menuju ke sana tidak melalui satu jalur yang mudah dikenali.
- Allah menyebut mereka kekal di dalamnya. Bukan singgah. Yang membedakan tempat itu bukan beratnya, melainkan bahwa ia tak punya pintu keluar.
- Allah menyebut penghuninya orang-orang yang menyombongkan diri. Sifat itu yang disebut. Dari sekian banyak perbuatan, yang dijadikan penanda justru sikap terhadap kebenaran.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. contr. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.