فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Maka menimpa mereka keburukan-keburukan apa yang mereka kerjakan, dan menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا عَمِلُواfa-ashaabahum sayyi'aatu maa 'amiluumaka menimpa mereka keburukan-keburukan apa yang mereka kerjakan
  2. وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَwa-haaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi'uunadan menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَأَصَابَهُمْfa-ashaabahummaka menimpa mereka
  2. سَيِّئَاتُsayyi'aatukeburukan
  3. مَاmaaapa yang
  4. عَمِلُوا'amiluumereka beramal
  5. وَحَاقَwa-haaqadan menimpa
  6. بِهِمْbihimpada mereka
  7. مَاmaaapa yang
  8. كَانُواkaanuumereka selalu
  9. بِهِbihipadanya
  10. يَسْتَهْزِئُونَyastahzi'uunamereka mengolok

Inti bacaan

Keadilan puitis: 'menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan', apa yang diremehkan atau dicemooh pada akhirnya justru mengelilingi/menimpa balik si pengolok. Konkretnya: berhati-hati sebelum meremehkan atau mengolok-olok sesuatu yang serius, sikap meremehkan punya cara berbalik menjadi kenyataan yang harus dihadapi sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Mengolok-olok' (yastahzi'uun), akar yang sama dengan 15:11 dan 15:95, pola yang berulang: sesuatu yang diolok-olok akhirnya menjadi kenyataan yang menimpa balik para pengolok itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menutup rangkaian tentang konsekuensi menzalimi diri sendiri (16:33) dengan gambaran konkret, bukan hanya konsekuensi umum, tetapi secara spesifik hal yang dulu mereka jadikan bahan olok-olok berbalik menimpa mereka sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut yang menimpa mereka keburukan apa yang mereka kerjakan. Bukan sesuatu yang dikirim dari luar. Yang datang kembali adalah barang yang mereka kirim lebih dahulu.
  • Yang kedua menimpa mereka apa yang dahulu mereka olok-olokkan. Bahan tertawaan berubah menjadi kejadian. Sesuatu yang diremehkan cukup lama punya kebiasaan datang sendiri untuk memperkenalkan diri.
  • Allah menyusun keduanya dalam bentuk yang sama persis, menimpa dan menimpa. Perbuatan dan ejekan diperlakukan setara. Yang diucapkan sambil lalu ternyata dicatat di kolom yang sama dengan yang dikerjakan sungguh-sungguh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-w-b, s-w-a, '-m-l, h-y-q, k-w-n, h-z-a): asaabahum diterjemahkan 'menimpa mereka' (akar s-w-b); sayyi'aat diterjemahkan 'keburukan-keburukan'; haaqa diterjemahkan 'menimpa (mengepung)' (akar h-y-q); yastahzi'uun diterjemahkan 'mengolok-olok' (akar h-z-'). gloss '(azab)' dibuang.