وَقَالَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ نَحْنُ وَلَا آبَاؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Dan orang-orang yang mempersekutukan berkata, “Sekiranya Allah menghendaki, tentu kami tidak menyembah sesuatu pun selain Dia, kami maupun leluhur kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa kehendak-Nya.” Demikianlah orang-orang sebelum mereka berbuat. Maka bukankah kewajiban para rasul hanyalah menyampaikan dengan jelas?

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا لَوْ شَاءَ اللَّهُwa-qaala lladziina asyrakuu law syaa'a llaahudan orang-orang yang mempersekutukan berkata, sekiranya Allah menghendaki
  2. مَا عَبَدْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ نَحْنُ وَلَا آبَاؤُنَاmaa 'abadnaa min duunihi min syay'in nahnu wa-laa aabaa'unaatentu kami tidak menyembah sesuatu pun selain Dia, kami maupun leluhur kami
  3. وَلَا حَرَّمْنَا مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍwa-laa harramnaa min duunihi min syay'indan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa kehendak-Nya
  4. كَذَٰلِكَ فَعَلَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْka-dzaalika fa'ala lladziina min qablihimdemikianlah orang-orang sebelum mereka berbuat
  5. فَهَلْ عَلَى الرُّسُلِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُfa-hal 'alaa r-rusuli illaa l-balaaghu l-mubiinumaka bukankah kewajiban para rasul hanyalah menyampaikan dengan jelas

Terjemahan per kata (32 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. أَشْرَكُواasyrakuumenyekutukan
  4. لَوْlawsekiranya
  5. شَاءَsyaa'amenghendaki
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. مَاmaatidaklah
  8. عَبَدْنَا'abadnaakami mengabdi
  9. مِنْmindari
  10. دُونِهِduunihiselain-Nya
  11. مِنْmindari
  12. شَيْءٍsyay'insesuatu
  13. نَحْنُnahnukami
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. آبَاؤُنَاaabaa'unaabapak-bapak kami
  16. وَلَاwa-laadan tidak pula
  17. حَرَّمْنَاharramnaaKami mengharamkan
  18. مِنْmindari
  19. دُونِهِduunihiselain-Nya
  20. مِنْmindari
  21. شَيْءٍsyay'insesuatu
  22. كَذَٰلِكَka-dzaalikademikianlah
  23. فَعَلَfa'alamelakukan
  24. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  25. مِنْmindari
  26. قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
  27. فَهَلْfa-halmaka apakah
  28. عَلَى'alaaatas
  29. الرُّسُلِr-rusulipara rasul
  30. إِلَّاillaakecuali
  31. الْبَلَاغُl-balaaghupenyampaian
  32. الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas

Inti bacaan

Alasan fatalistik kaum musyrik ('sekiranya Allah menghendaki, tentu kami tidak menyembah selain-Nya') dipakai untuk lari dari tanggung jawab pilihan sendiri, dijawab dengan penegasan bahwa tugas rasul hanyalah 'menyampaikan dengan jelas', batas tanggung jawab komunikator berhenti pada penyampaian yang jelas, bukan mengendalikan respons penerima. Konkretnya: menyalahkan takdir atau keadaan eksternal untuk menghindari tanggung jawab pilihan pribadi adalah pola pembenaran diri yang perlu diwaspadai, begitu pesan sudah disampaikan dengan jelas, tanggung jawab menerima atau menolaknya beralih ke penerima.

Penjelasan pilihan kata

'Menyampaikan dengan jelas' (al-balaagh al-mubiin), akar yang sama dengan 13:40, menegaskan batas tugas rasul: menyampaikan, bukan memaksa keyakinan. Argumen 'sekiranya Allah menghendaki' di sini dipakai sebagai alasan pembenaran diri atas praktik menyembah dan mengharamkan sesuatu atas kehendak sendiri: sebuah penyalahgunaan logika takdir untuk menghindari tanggung jawab pilihan.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap sebuah dalih yang licik: menjadikan kehendak Allah sebagai pembenaran atas praktik yang sebenarnya mereka ciptakan sendiri (persembahan dan pengharaman tanpa dasar), sebuah pola pengelakan tanggung jawab yang sudah terjadi pada umat-umat terdahulu.

Renungan dan Hikmah

  • Dalih 'sekiranya Allah menghendaki, kami tidak akan berbuat demikian' di sini dibongkar sebagai pengelakan tanggung jawab, bukan argumen teologis yang sah, sebab jawabannya justru menegaskan bahwa tugas rasul hanya menyampaikan, bukan memaksa, yang berarti pilihan tetap berada di tangan manusia meski logika takdir dipakai untuk berkilah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, sh-r-k, sh-y-a, a-l-h, '-b-d, d-w-n, a-b-w, h-r-m, f-'-l, q-b-l, r-s-l, b-l-gh, b-y-n): maa abadnaa…wa laa harramnaa diterjemahkan 'kami tak menyembah…tak mengharamkan' (akar '-b-d + akar h-r-m: musyrik memakai takdir sbg dalih menyembah+menetapkan haram sendiri, kerangka diin); hal alaa r-rusul illaa l-balaagh al-mubiin diterjemahkan 'kewajiban rasul hanya menyampaikan dengan jelas', akar b-l-gh (BLG, sejalan 13:40, peran-disangkal). gloss '(ketetapan)/(kafir)/(amanat Allah)' dibuang.