وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul, “Sembahlah Allah dan jauhilah tagut.” Maka di antara mereka ada yang Allah beri petunjuk, dan di antara mereka ada yang pasti atasnya kesesatan. Maka berjalanlah kalian di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akhir orang-orang yang mendustakan.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًاwa-laqad ba'atsnaa fii kulli ummatin rasuulandan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul
- أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَani buduu llaaha wa-jtanibuu t-taaghuutasembahlah Allah dan jauhilah tagut
- فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُfa-minhum man hadaa llaahumaka di antara mereka ada yang Allah beri petunjuk
- وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُwa-minhum man haqqat alayhi d-dalaalatudan di antara mereka ada yang pasti atasnya kesesatan
- فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَfa-siiruu fii l-ardi fa-nzhuruu kayfa kaana aaqibatu l-mukadzdzibiinamaka berjalanlah kalian di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akhir orang-orang yang mendustakan
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar b-'-ts, k-l-l, a-m-m, r-s-l, '-b-d, a-l-h, j-n-b, t-gh-y, h-d-y, h-q-q, d-l-l, s-y-r, a-r-d, n-zh-r, k-y-f, k-w-n, '-q-b, k-dz-b): u'buduu llaah wa-jtanibuu t-taaghuut diterjemahkan 'sembahlah Allah dan jauhilah tagut', akar '-b-d + akar t-gh-y (taaghuut putaran 124): MISI setiap rasul; hadaa diterjemahkan 'memberi petunjuk' (HDY); haqqat alayhi d-dalaalah diterjemahkan 'pasti atasnya kesesatan' (akar h-q-q + akar d-l-l putaran 78). gloss '(untuk menyerukan)/(rasul-rasul)' + footnote dibuang.
Aplikasi
Pola universal: rasul diutus ke SETIAP umat dengan pesan yang sama ('sembahlah Allah, jauhilah tagut'), namun hasilnya terdiferensiasi, sebagian mendapat petunjuk, sebagian tidak, lalu instruksi konkret: 'berjalanlah di bumi, perhatikan bagaimana akhir para pendusta', investigasi empiris atas sejarah dianjurkan sebagai metode belajar, bukan sekadar keyakinan abstrak. Konkretnya: mempelajari sejarah secara langsung dan kritis (bukan hanya menerima narasi) adalah metode belajar yang dianjurkan, mengunjungi/meneliti bukti nyata dari peristiwa masa lalu memberi pelajaran yang lebih kuat daripada sekadar mendengar ceritanya.