إِنْ تَحْرِصْ عَلَىٰ هُدَاهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ يُضِلُّ ۖ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Jika engkau berusaha keras atas petunjuk mereka, maka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang Dia sesatkan, dan tidak ada bagi mereka seorang penolong pun.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنْ تَحْرِصْ عَلَىٰ هُدَاهُمْin tahrish 'alaa hudaahumjika engkau berusaha keras atas petunjuk mereka
  2. فَإِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ يُضِلُّfa-inna llaaha laa yahdii man yudhillumaka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang Dia sesatkan
  3. وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَwa-maa lahum min naashiriinadan tidak ada bagi mereka seorang penolong pun

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. إِنْinjika
  2. تَحْرِصْtahrishengkau sangat menginginkan
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. هُدَاهُمْhudaahumpetunjuk mereka
  5. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  6. اللَّهَllaahaAllah
  7. لَاlaatidak
  8. يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
  9. مَنْmanorang yang
  10. يُضِلُّyudhilluDia menyesatkan
  11. وَمَاwa-maadan tidaklah
  12. لَهُمْlahumbagi mereka
  13. مِنْmindari
  14. نَاصِرِينَnaashiriinapara penolong

Inti bacaan

Batas yang jujur diakui: sekeras apa pun keinginan (bahkan Nabi) untuk membimbing seseorang, hasil akhirnya tetap di luar kendali penuh pembimbing. Konkretnya: melepaskan ilusi kendali penuh atas pilihan orang lain, sekalipun diinginkan dengan sungguh-sungguh demi kebaikan mereka, adalah kedewasaan emosional, usaha maksimal tetap perlu dilakukan, tetapi hasil akhirnya bukan sepenuhnya di tangan pembimbing.

Penjelasan pilihan kata

'Menyesatkan' (yudillu): akar yang sama dengan 'kesesatan' (dalaalah) di ayat sebelumnya, kini dalam bentuk kausatif dengan Allah sebagai subjek, melengkapi gambaran bahwa kesesatan sebagian orang bukan sekadar terjadi begitu saja, melainkan bagian dari ketetapan yang tidak bisa diubah oleh usaha keras siapa pun untuk memberi petunjuk.

Tafsiran

Ayat ini memberi batas realistis pada misi kenabian yang baru dijelaskan: betapa pun keras usaha menyampaikan petunjuk, hasil akhirnya tetap berada dalam kendali Allah, sebuah pengingat yang membebaskan penerima wahyu dari beban memaksakan hasil yang bukan wewenangnya.

Renungan dan Hikmah

  • Batasan ini relevan bagi siapa pun yang berusaha membimbing orang lain, kegagalan usaha keras memberi petunjuk tidak selalu mencerminkan kekurangan usaha, melainkan bisa jadi berada di luar kendali yang memang bukan tanggung jawab pemberi petunjuk untuk dipenuhi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar h-r-s, h-d-y, a-l-h, d-l-l, n-s-r): tahris diterjemahkan 'berusaha keras' (akar h-r-s); yahdii/yudill diterjemahkan 'memberi petunjuk/menyesatkan' (akar h-d-y, akar d-l-l putaran 78); naasiriin diterjemahkan 'penolong' (akar n-s-r). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.