لِيُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ كَانُوا كَاذِبِينَ
supaya Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, dan supaya orang-orang yang kufur mengetahui bahwa mereka adalah para pendusta.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لِيُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي يَخْتَلِفُونَ فِيهِli-yubayyina lahumu lladzii yakhtalifuuna fiihisupaya Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan
- وَلِيَعْلَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّهُمْ كَانُوا كَاذِبِينَwa-li-ya'lama lladziina kafaruu annahum kaanuu kaadzibiinadan supaya orang-orang yang kufur mengetahui bahwa mereka adalah para pendusta
Terjemahan per kata (11 kata)
- لِيُبَيِّنَli-yubayyinaagar Dia menjelaskan
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الَّذِيlladziiyang
- يَخْتَلِفُونَyakhtalifuunamereka berselisih
- فِيهِfiihidi dalamnya
- وَلِيَعْلَمَwa-li-ya'lamadan agar Dia mengetahui
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- أَنَّهُمْannahumbahwa mereka
- كَانُواkaanuumereka adalah
- كَاذِبِينَkaadzibiinapara pendusta
Inti bacaan
Tujuan kebangkitan dijelaskan sebagai klarifikasi tuntas atas perselisihan yang belum terselesaikan, sebuah titik masa depan di mana semua ketidaksepakatan akan diluruskan secara definitif. Konkretnya: tidak semua perselisihan atau kesalahpahaman perlu diselesaikan tuntas sekarang juga, ada ketenangan dalam menerima bahwa klarifikasi penuh akan datang pada waktunya, mengurangi tekanan untuk memaksakan penyelesaian instan atas setiap konflik.
Penjelasan pilihan kata
'Menjelaskan' (yubayyina): akar yang sama dengan 'bukti-bukti yang jelas' (bayyinaat) dan tugas penjelasan yang disebut lagi di 16:44, kebangkitan menjadi salah satu momen penjelasan tuntas atas semua perselisihan.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan tujuan di balik kepastian kebangkitan (16:38), bukan sekadar peristiwa, melainkan momen penyingkapan kebenaran atas semua yang diperselisihkan, sekaligus pembuktian langsung atas kedustaan orang-orang yang kufur.
Renungan dan Hikmah
- Tujuan yang disebut Allah untuk kebangkitan bukan pembalasan lebih dulu, melainkan 'supaya Dia menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan'. Hari itu digambarkan sebagai hari terangnya perkara. Yang paling melelahkan dari perselisihan panjang memang bukan kalahnya, melainkan tak pernah selesainya.
- Yang disebut mengetahui bahwa mereka pendusta adalah orang-orang yang kufur itu sendiri. Bukan diberi tahu orang lain. Pengakuan yang datang dari dalam diri sendiri tak menyisakan pihak untuk dibantah, dan itulah bentuk kepastian yang paling sulit ditanggung.
- Allah tidak menyebutkan perselisihan mana yang akan dijelaskan. Dibiarkan terbuka. Setiap pembacanya membawa daftarnya sendiri ke dalam kalimat itu, dan justru karena tak dirinci, tak ada perselisihan yang merasa tidak termasuk.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).