إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, hanyalah Kami berkata kepadanya, “Jadilah,” maka jadilah ia.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُinnamaa qawlunaa li-syay'in idzaa aradnaahusesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya
  2. أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُan naquula lahu kun fa-yakuunuhanyalah Kami berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. قَوْلُنَاqawlunaaperkataan Kami
  3. لِشَيْءٍli-syay'interhadap sesuatu
  4. إِذَاidzaaapabila
  5. أَرَدْنَاهُaradnaahuKami menghendakinya
  6. أَنْanyaitu
  7. نَقُولَnaquulaKami katakan
  8. لَهُlahubaginya
  9. كُنْkunjadilah
  10. فَيَكُونُfa-yakuunumaka jadilah ia

Inti bacaan

Kesederhanaan mutlak perintah penciptaan ('Jadilah, maka jadilah'), kontras dengan proses manusia yang selalu membutuhkan usaha bertahap, menegaskan skala kekuasaan yang jauh melampaui logika usaha-bertahap manusia.

Penjelasan pilihan kata

'Jadilah, maka jadilah' (kun fa-yakuun): frasa performatif yang menegaskan betapa sederhananya proses penciptaan bagi Allah, kehendak dan perwujudannya terjadi seketika tanpa hambatan.

Tafsiran

Ayat ini menjadi jawaban implisit atas keraguan tentang kebangkitan (16:38): jika penciptaan apa pun sesederhana perintah 'jadilah', maka membangkitkan yang telah mati bukanlah sesuatu yang melampaui kemampuan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai kata hanyalah untuk seluruh proses penciptaan. Diperkecil. Yang bagi kita mustahil disebut dengan kata yang meringankan.
  • Antara perintah dan terjadinya tak ada apa-apa. Satu kata, lalu jadi. Jarak yang biasanya diisi usaha di sini kosong sama sekali.
  • Allah menaruh keterangan ini sesudah keraguan tentang kebangkitan. Sebagai jawabannya. Yang diragukan diukur dengan yang sudah terjadi tiap hari.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, sh-y-a, r-w-d, k-w-n): qawlunaa diterjemahkan 'firman Kami' (akar q-w-l); aradnaahu diterjemahkan 'menghendakinya' (akar r-w-d); kun fa-yakuun diterjemahkan 'jadilah, maka jadilah' (akar k-w-n). gloss '(dengan)' dibuang.