إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُ أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, hanyalah Kami berkata kepadanya, “Jadilah,” maka jadilah ia.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَا أَرَدْنَاهُinnamaa qawlunaa li-shay'in idzaa aradnaahusesungguhnya firman Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya
- أَنْ نَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُan naquula lahu kun fa-yakuunuhanyalah Kami berkata kepadanya, jadilah, maka jadilah ia
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, sh-y-a, r-w-d, k-w-n): qawlunaa diterjemahkan 'firman Kami' (akar q-w-l); aradnaahu diterjemahkan 'menghendakinya' (akar r-w-d); kun fa-yakuun diterjemahkan 'jadilah, maka jadilah' (akar k-w-n). gloss '(dengan)' dibuang.
Aplikasi
Kesederhanaan mutlak perintah penciptaan ('Jadilah, maka jadilah'), kontras dengan proses manusia yang selalu membutuhkan usaha bertahap, menegaskan skala kekuasaan yang jauh melampaui logika usaha-bertahap manusia.