أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ
Maka apakah orang-orang yang membuat muslihat jahat itu merasa aman bahwa Allah membenamkan mereka ke dalam bumi, atau datangnya azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِa-fa-amina lladziina makaruu s-sayyi'aatimaka apakah orang-orang yang membuat muslihat jahat itu merasa aman
- أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَan yakhsifa llaahu bihimu l-ardhabahwa Allah membenamkan mereka ke dalam bumi
- أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَaw ya'tiyahumu l-'adzaabu min haytsu laa yasy'uruunaatau datangnya azab kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari
Terjemahan per kata (16 kata)
- أَفَأَمِنَa-fa-aminamaka apakah merasa aman
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مَكَرُواmakaruumereka membuat tipu daya
- السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
- أَنْanbahwa
- يَخْسِفَyakhsifamembenamkan
- اللَّهُllaahuAllah
- بِهِمُbihimubagi mereka
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- أَوْawatau
- يَأْتِيَهُمُya'tiyahumudatang kepada mereka
- الْعَذَابُl-'adzaabuazab
- مِنْmindari
- حَيْثُhaytsudi mana saja
- لَاlaatidak
- يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari
Inti bacaan
Peringatan terhadap rasa aman yang salah di kalangan para perencana kejahatan, konsekuensi bisa datang tanpa terduga, dari arah dan waktu yang tidak diperkirakan. Konkretnya: mewaspadai rasa aman berlebihan saat melakukan sesuatu yang salah (merasa 'aman karena belum ketahuan') adalah kesalahan berpikir yang perlu dikoreksi, ketidakpastian waktu dan cara konsekuensi datang seharusnya mendorong kehati-hatian, bukan rasa santai.
Penjelasan pilihan kata
'Muslihat' (makaruu): akar yang sama dengan 16:26, konsisten dipertahankan. Frasa 'dari arah yang tidak mereka sadari' berulang persis dengan 16:26, menegaskan pola yang sama: konsekuensi datang dari titik yang tidak diperhitungkan.
Tafsiran
Ayat ini kembali ke tema muslihat yang dibahas di 16:26, kini dalam bentuk pertanyaan retoris yang mempertanyakan rasa aman palsu mereka yang merancang rencana jahat: sebuah peringatan bahwa konsekuensi bisa datang kapan saja dari arah yang tidak terduga.
Renungan dan Hikmah
- Allah tidak bertanya apakah mereka bersalah, melainkan apakah mereka 'merasa aman'. Yang dipersoalkan bukan perbuatannya, melainkan ketenangan yang menyertainya. Orang yang sedang merancang sesuatu yang buruk hampir selalu lebih tenang daripada seharusnya, dan ketenangan itulah yang ditanyakan.
- Salah satu kemungkinan yang disebut Allah dibenamkan ke dalam bumi, yaitu tempat yang selama ini mereka pijak. Ancaman datang dari bawah kaki, bukan dari arah yang dijaga. Yang paling tidak dicurigai memang selalu hal yang setiap hari diinjak tanpa dipikirkan.
- Frasa 'dari arah yang tidak mereka sadari' muncul persis sama dengan yang dipakai di 16:26. Pengulangan itu mengikat dua ayat yang berjauhan. Yang diulang bukan ancamannya, melainkan satu ciri yang sama, yaitu bahwa arah datangnya tak pernah termasuk yang diperhitungkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, m-k-r, s-w-a, kh-s-f, a-l-h, a-r-d, a-t-y, '-dz-b, h-y-ts, sh-'-r): makaruu s-sayyi'aat diterjemahkan 'membuat makar jahat' (akar m-k-r putaran MKR); yakhsifa diterjemahkan 'membenamkan' (akar kh-s-f); yash'uruun diterjemahkan 'menyadari' (akar sh-'-r). gloss '(dari bencana)/(terhadap)' dibuang.