أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ

atau Dia mengazab mereka dalam perjalanan mereka, sehingga mereka tidak berdaya menolaknya,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْaw ya'khudzahum fii taqallubihimatau Dia mengazab mereka dalam perjalanan mereka
  2. فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَfa-maa hum bi-mu'jiziinasehingga mereka tidak berdaya menolaknya

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. أَوْawatau
  2. يَأْخُذَهُمْya'khudzahummenimpa mereka
  3. فِيfiidalam
  4. تَقَلُّبِهِمْtaqallubihimperjalanan mereka
  5. فَمَاfa-maamaka tidaklah
  6. هُمْhummereka
  7. بِمُعْجِزِينَbi-mu'jiziinaorang-orang yang melemahkan

Inti bacaan

Kerentanan bahkan di tengah 'perjalanan/aktivitas biasa' mereka, konsekuensi tidak terbatas pada momen dramatis saja, bisa datang di tengah rutinitas biasa sekalipun. Konkretnya: kewaspadaan moral tidak boleh hanya diterapkan pada momen-momen besar, karena konsekuensi bisa muncul di tengah aktivitas sehari-hari yang paling biasa sekalipun.

Penjelasan pilihan kata

'Tidak berdaya menolaknya' (mu'jiziin): kata yang menegaskan ketidakmampuan lari atau menghindar dari ketetapan yang datang, melanjutkan gambaran ketidakberdayaan menghadapi konsekuensi yang dimulai di ayat sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan skenario ketiga kemungkinan datangnya konsekuensi, bukan hanya saat diam (dibenamkan) atau tiba-tiba (azab tak terduga), tetapi juga di tengah aktivitas/perjalanan mereka sendiri, menegaskan bahwa tidak ada situasi yang aman dari ketetapan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Sesudah dua kemungkinan sebelumnya, Allah menyebut yang ketiga: di tengah perjalanan mereka sendiri. Bukan saat diam, bukan pula tiba-tiba dari luar. Yang disebut justru saat orang sedang paling merasa sibuk mengerjakan sesuatu.
  • Keterangan yang dilekatkan mereka tidak berdaya menolaknya, bukan tidak sempat melarikan diri. Yang ditiadakan bukan waktunya, melainkan kemampuannya. Dan itu dua hal yang sama sekali berbeda.
  • Ayat ini dibuka dengan atau, menyambung yang sebelumnya, dan berakhir dengan koma. Ia bagian dari daftar yang belum tutup. Allah menyusun kemungkinan-kemungkinan itu berderet tanpa jeda, sehingga tak ada tempat berhenti untuk merasa aman di antaranya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-kh-dz, q-l-b, '-j-z): ya'khudhahum diterjemahkan 'mengazab mereka' (akar '-kh-dz); taqallub diterjemahkan 'perjalanan (bolak-balik)' (akar q-l-b); mu'jiziin diterjemahkan 'yang berdaya menolak' (akar '-j-z). Selaras.