أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
atau Dia mengazab mereka secara berangsur dengan rasa takut. Maka sesungguhnya Tuhan kalian penuh iba lagi pengasih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍaw ya'khudzahum 'alaa takhawwufinatau Dia mengazab mereka secara berangsur dengan rasa takut
- فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌfa-inna rabbakum la-ra'uufun rahiimunmaka sesungguhnya Tuhan kalian penuh iba lagi pengasih
Terjemahan per kata (8 kata)
- أَوْawatau
- يَأْخُذَهُمْya'khudzahummenimpa mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- تَخَوُّفٍtakhawwufinketakutan
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- رَبَّكُمْrabbakumTuhan kalian
- لَرَءُوفٌla-ra'uufunsungguh penuh iba
- رَحِيمٌrahiimunpengasih
Inti bacaan
Peringatan tentang konsekuensi bertahap langsung dipasangkan dengan penegasan sifat penuh iba dan pengasih Tuhan, keseriusan peringatan dan kasih sayang mendasar disampaikan berdampingan, bukan saling meniadakan. Konkretnya: mengakui adanya konsekuensi serius atas suatu tindakan tidak bertentangan dengan keyakinan mendasar bahwa ada kasih sayang yang tetap berlaku, kedua kebenaran ini bisa dipegang bersamaan tanpa kontradiksi.
Penjelasan pilihan kata
'Penuh iba lagi pengasih' (ra'uufun rahiimun): terjemahan yang sama persis dengan 16:7, dipertahankan konsisten untuk pasangan sifat ini di seluruh terjemahan.
Tafsiran
Penutup rangkaian peringatan tentang berbagai bentuk konsekuensi (16:45-47) ini terasa mengejutkan: setelah tiga skenario azab, ayat justru ditutup dengan penegasan kelembutan dan kemurahan Allah, sebuah pengingat bahwa peringatan tentang konsekuensi tetap berasal dari sumber yang pada dasarnya penyayang, bukan semata-mata menghukum.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian tiga skenario azab (16:45-47) ditutup dengan penegasan 'penuh iba lagi pengasih', sebuah penyandingan yang tidak dijelaskan lebih jauh bagaimana peringatan keras dan kasih sayang berdampingan; keduanya dibiarkan berdiri bersama tanpa penyelesaian tunggal.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini: “Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. terjemahan lain memakai LIMA terjemahan untuk SATU lema ra'uuf di 13 ayatnya: “Maha Penyantun” 5×, “Maha Pengasih” 4×, “belas kasihan” (24:2), “kesantunan” (57:27), lain 2. diterjemahkan rahmaan (53×), rahiim (10×), **dan ra'uuf (4×). Tabrakan tiga arah. terjemahan ini: “penuh iba lagi pengasih”**, ra'uuf=“penuh iba” (PERASAAN), rahiim=“pengasih” (PEMBERIAN). Huruf kecil: corpus menandai 13/13 ra'uuf INDEFINIT. KBBI VI: iba¹ = a (adjektiva) “berbelas kasihan; terharu dan kasihan”, kelas kata cocok (ra'uuf memang ADJ), contohnya bahkan tentang HATI. with rahmah”, keduanya sinonim, dan itu melanggar prinsip non-redundansi: 10 dari 13** ra'uuf berdampingan dengan r-h-m. Qur'an tak mengulang percuma. Dua entri, dua halaman diterjemahkan ***ra'fah* memikul KELEMBUTAN, rahmah memikul PEMBERIAN. Non-redundan: “penuh iba lagi pengasih” = perasaan DAN tindakan. “wa laa ta'khudhkum** bihimaa ra'fatun”, ra'fah MENCEKAM orang & menahan tangannya dari mendera; “rahmat/pemberian” MUSTAHIL di situ. 57:27 menguatkan: “dalam HATI mereka ra'fatan wa rahmatan”, keduanya bersama, di hati diterjemahkan harus BEDA. Temuan ini menguatkan kesimpulan r-h-m = pemberian dari arah yang bebas. Dalam ayat ini, kata dari akar r-a-f dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang).