أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ

Dan tidakkah mereka melihat segala sesuatu yang diciptakan Allah, bayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri, bersujud kepada Allah, sedang mereka rendah?

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ مَا خَلَقَ اللَّهُ مِنْ شَيْءٍa-wa-lam yaraw ilaa maa khalaqa llaahu min syay'indan tidakkah mereka melihat segala sesuatu yang diciptakan Allah
  2. يَتَفَيَّأُ ظِلَالُهُ عَنِ الْيَمِينِ وَالشَّمَائِلِyatafayya'u zhilaaluhu 'ani l-yamiini wa-sy-syamaa'ilibayang-bayangnya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri
  3. سُجَّدًا لِلَّهِ وَهُمْ دَاخِرُونَsujjadan li-llaahi wa-hum daakhiruunabersujud kepada Allah, sedang mereka rendah

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَرَوْاyarawmereka melihat
  3. إِلَىٰilaakepada
  4. مَاmaaapa yang
  5. خَلَقَkhalaqamenciptakan
  6. اللَّهُllaahuAllah
  7. مِنْmindari
  8. شَيْءٍsyay'insesuatu
  9. يَتَفَيَّأُyatafayya'ucondong
  10. ظِلَالُهُzhilaaluhubayang-bayangnya
  11. عَنِ'anike
  12. الْيَمِينِl-yamiinikanan
  13. وَالشَّمَائِلِwa-sy-syamaa'ilidan kiri
  14. سُجَّدًاsujjadansambil bersujud
  15. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  16. وَهُمْwa-humdan mereka
  17. دَاخِرُونَdaakhiruunaorang-orang yang tunduk

Inti bacaan

Gambaran puitis: bayang-bayang yang bergerak ke kanan-kiri digambarkan 'bersujud kepada Allah, sedang mereka rendah', bahkan fenomena alam yang tampak biasa (pergerakan bayangan) bisa dibaca sebagai partisipasi dalam pola ketundukan universal, mengundang refleksi tentang posisi diri sendiri dalam pola yang sama.

Penjelasan pilihan kata

'Bersujud' (sujjadan): akar سجد yang sama dipertahankan konsisten (band. 12:4, 12:100, 13:15, 15:29-33, 15:98), kini diterapkan secara puitis pada bayang-bayang segala ciptaan, bukan sujud dalam pengertian tindakan sadar seperti manusia/malaikat, melainkan citra tunduknya seluruh ciptaan secara pasif-alamiah kepada Allah. 'Rendah' (daakhiruun): akar berbeda, menandai kerendahan/ketundukan, melengkapi citra sujud dengan sikap batin yang sepadan.

Tafsiran

Ayat ini memperluas cakupan makna sujud jauh melampaui tindakan sadar makhluk berakal, bahkan bayang-bayang benda mati pun digambarkan 'bersujud' dalam pergerakan alaminya mengikuti matahari, sebuah citra puitis yang menegaskan ketundukan universal seluruh ciptaan kepada Allah.

Renungan dan Hikmah

  • Sujud bayang-bayang di sini bukan tindakan sadar seperti sujud manusia atau malaikat, melainkan citra puitis atas keteraturan alami pergerakan bayangan mengikuti matahari, sebuah pengingat bahwa 'ketundukan kepada Allah' dalam Al-Qur'an mencakup spektrum luas, dari kepatuhan sadar makhluk berakal hingga keteraturan pasif hukum alam.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-a-y, kh-l-q, a-l-h, sh-y-a, f-y-a, zh-l-l, y-m-n, sh-m-l, s-j-d, d-kh-r): khalaqa diterjemahkan 'menciptakan' (akar kh-l-q); yatafayya'u zhilaaluhu diterjemahkan 'bayang-bayangnya berbolak' (akar f-y-' + akar zh-l-l); sujjadan lillaah diterjemahkan 'bersujud kepada Allah' (akar s-j-d SJD); daakhiruun diterjemahkan 'rendah (tunduk)' (akar d-kh-r). Selaras.