وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ
Dan hanya kepada Allah bersujud segala yang ada di langit dan segala makhluk bergerak yang ada di bumi, dan para malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍwa-li-llaahi yasjudu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhi min daabbatindan hanya kepada Allah bersujud segala yang ada di langit dan segala makhluk bergerak yang ada di bumi
- وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَwa-l-malaa'ikatu wa-hum laa yastakbiruunadan para malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri
Terjemahan per kata (14 kata)
- وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
- يَسْجُدُyasjudubersujud
- مَاmaaapa yang
- فِيfiidi
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَمَاwa-maadan apa yang
- فِيfiidi
- الْأَرْضِl-ardhibumi
- مِنْmindari
- دَابَّةٍdaabbatinmakhluk bergerak
- وَالْمَلَائِكَةُwa-l-malaa'ikatudan para malaikat
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَسْتَكْبِرُونَyastakbiruunamereka menyombongkan diri
Inti bacaan
Malaikat disebut secara khusus 'tidak menyombongkan diri', kontras bermakna dengan kritik berulang terhadap kesombongan sebelumnya (16:22-23,29), menjadikan malaikat teladan konkret bahwa ketundukan dan ketiadaan kesombongan berjalan beriringan bahkan pada makhluk berkedudukan tertinggi.
Penjelasan pilihan kata
'Bersujud' (yasjudu): akar yang sama dengan ayat sebelumnya, kini diperluas mencakup seluruh makhluk bergerak di bumi dan para malaikat, sebuah daftar yang semakin lengkap. 'Tidak menyombongkan diri' (laa yastakbiruuna), akar yang sama dengan 'menyombongkan diri' (mustakbiriin) di 16:22-23/29, kini dalam bentuk negatif: ketundukan malaikat berdiri sebagai kontras langsung terhadap kesombongan yang dikritik di awal surah ini.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi gambaran ketundukan universal dengan menyebut makhluk bergerak dan malaikat secara eksplisit: sebuah kontras tajam dengan manusia sombong yang menolak sujud, padahal bahkan malaikat yang berkedudukan tinggi pun tidak menyombongkan diri.
Renungan dan Hikmah
- Ketundukan malaikat 'tanpa menyombongkan diri' di sini berdiri sebagai kontras langsung dengan manusia yang 'menyombongkan diri' menolak beriman (16:22-23, 16:29), pesan implisitnya jelas: jika makhluk yang berkedudukan tinggi seperti malaikat tidak sombong, kesombongan manusia yang jauh lebih rendah kedudukannya sama sekali tidak berdasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.