وَقَالَ اللَّهُ لَا تَتَّخِذُوا إِلَٰهَيْنِ اثْنَيْنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
Dan Allah berkata, “Janganlah kalian mengambil dua tuhan. Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Esa, maka hanya kepada-Ku hendaklah kalian takut.”
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَ اللَّهُ لَا تَتَّخِذُوا إِلَٰهَيْنِ اثْنَيْنِwa-qaala llaahu laa tattakhidzuu ilaahayni tsnaynidan Allah berkata, janganlah kalian mengambil dua tuhan
- إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌinnamaa huwa ilaahun waahidunsesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Esa
- فَإِيَّايَ فَارْهَبُونِfa-iyyaaya fa-rhabuunimaka hanya kepada-Ku hendaklah kalian takut
Aplikasi
Perintah langsung menolak devosi ganda: 'janganlah kalian mengambil dua tuhan... hanya kepada-Ku hendaklah kalian takut', standar komitmen yang utuh dan tidak terbagi. Konkretnya: bahaya mencoba melayani dua prioritas tertinggi yang saling bersaing sekaligus (misalnya nilai materi vs. nilai integritas) adalah pola yang perlu dikenali dan dihindari, komitmen yang terbagi cenderung melemahkan keduanya, bukan memperkuat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-l-h, a-kh-dz, ts-n-y, w-h-d, r-h-b): ilaahayni thnayn diterjemahkan 'dua tuhan' (ilaah dijaga harfiah); ilaah waahid diterjemahkan 'Tuhan Yang Esa'; irhabuun diterjemahkan 'takutlah kepada-Ku' (akar r-h-b). gloss '(menyembah)' dibuang.