وَلَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَهُ الدِّينُ وَاصِبًا ۚ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَتَّقُونَ

Hanya milik-Nya segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan hanya kepada-Nya pertanggungjawaban selama-lamanya. Mengapa kepada selain Allah kalian bertakwa?

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَلَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-lahu maa fii s-samaawaati wa-l-ardihanya milik-Nya segala apa yang ada di langit dan di bumi
  2. وَلَهُ الدِّينُ وَاصِبًاwa-lahu d-diinu waasibandan hanya kepada-Nya pertanggungjawaban selama-lamanya
  3. أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَتَّقُونَa-fa-ghayra llaahi tattaquunamengapa kepada selain Allah kalian bertakwa
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain merender diin di sini sbg 'ketaatan/pengabdian'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout batch (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar; retrofit kau/engkau/kalian menyusul. sebagian penerjemah: 'And to Him belongs what is in the heavens and the earth, and His is the doctrine forever. Will you then be in prudent fear of other than God?' Akar akar d-y-n (dyn), sense 'ketaatan/pengabdian kepada Allah'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).

Aplikasi

Rendering terjemahan ini atas 'diin' sebagai 'pertanggungjawaban' (bukan sekadar 'ketaatan') di sini disertai kata 'wasiban' (terus-menerus/selama-lamanya), pertanggungjawaban yang berlangsung terus-menerus, bukan tindakan sesaat. Konkretnya: memahami akuntabilitas hidup sebagai orientasi berkelanjutan sepanjang waktu (bukan kewajiban ritual sesekali) mendorong konsistensi jangka panjang dalam bertindak, bukan sekadar kepatuhan formal di momen-momen tertentu.