ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ
Kemudian apabila Dia menghilangkan kemudaratan dari kalian, tiba-tiba segolongan dari kalian mempersekutukan Tuhan mereka,
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- ثُمَّ إِذَا كَشَفَ الضُّرَّ عَنْكُمْtsumma idzaa kasyafa dh-dhurra 'ankumkemudian apabila Dia menghilangkan kemudaratan dari kalian
- إِذَا فَرِيقٌ مِنْكُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَidzaa fariiqun minkum bi-rabbihim yusyrikuunatiba-tiba segolongan dari kalian mempersekutukan Tuhan mereka
Terjemahan per kata (10 kata)
- ثُمَّtsummakemudian
- إِذَاidzaaapabila
- كَشَفَkasyafamenyingkap
- الضُّرَّdh-dhurrakemudaratan
- عَنْكُمْ'ankumdari kalian
- إِذَاidzaaapabila
- فَرِيقٌfariiqunsegolongan
- مِنْكُمْminkumdari kalian
- بِرَبِّهِمْbi-rabbihimkepada Tuhan mereka
- يُشْرِكُونَyusyrikuunamenyekutukan
Inti bacaan
Pola yang sama diulang dari ayat sebelumnya: begitu kemudaratan hilang, sebagian orang justru kembali mempersekutukan Tuhan, kelegaan yang mengikis rasa syukur alih-alih memperkuatnya, sebuah kecenderungan manusiawi yang perlu diwaspadai secara sadar.
Penjelasan pilihan kata
'Mempersekutukan' (yushrikuuna), kontras tajam dengan 'meminta pertolongan' hanya kepada Allah di ayat sebelumnya, mengungkap ketidakkonsistenan sikap: memohon kepada Allah semata saat susah, lalu menyekutukan-Nya begitu lega.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap pola perilaku yang tidak konsisten: seruan tulus kepada Allah semata saat kesulitan (16:53) tidak bertahan setelah kemudaratan diangkat, sebuah kontras yang mempertanyakan ketulusan iman yang hanya muncul di saat terdesak.
Renungan dan Hikmah
- Pola 'berseru kepada Allah semata saat susah, menyekutukan-Nya saat lega' adalah cermin bagi siapa pun yang imannya hanya aktif dalam kesulitan, sebuah pengingat bahwa ketulusan sesungguhnya diuji justru pada saat keadaan sudah membaik, bukan hanya saat terdesak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-sh-f, d-r-r, f-r-q, r-b-b, sh-r-k): kashafa diterjemahkan 'menghilangkan' (akar k-sh-f); fariiq diterjemahkan 'segolongan' (akar f-r-q); yushrikuun diterjemahkan 'mempersekutukan' (akar sh-r-k), menyeru Allah semata saat susah, lalu menyekutukan saat lega (bdk 10:12). gloss '(dengan yang lain)' dibuang.