Ayat 16:57
وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ ۙ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ
Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan , Mahasuci Dia , sedang bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِwa-yaj'aluuna li-llaahi l-banaatidan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan
- سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
- وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَwa-lahum maa yasytahuunasedang bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَيَجْعَلُونَwa-yaj'aluunadan mereka menjadikan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْبَنَاتِl-banaatianak-anak perempuan
- سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
- وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
- مَاmaaapa yang
- يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan
Inti bacaan
Standar ganda yang tersingkap: menetapkan bagi Allah sesuatu yang secara budaya mereka sendiri anggap kurang diinginkan (anak perempuan), sementara bagi diri sendiri mereka simpan pilihan yang mereka sukai. Konkretnya: mengenali kapan diri sendiri menerapkan standar ganda, memberikan yang 'kurang' untuk pihak lain sambil menyimpan yang 'lebih baik' untuk diri sendiri, adalah kesadaran diri penting untuk mengoreksi bias yang mementingkan diri sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Mahasuci Dia' (subhaanahu): seruan penyucian yang disisipkan langsung di tengah kalimat, sebuah penolakan tegas atas klaim yang baru disebutkan (menisbahkan anak perempuan kepada Allah); idiom yang sama dengan 16:1.
Tafsiran
Ayat ini membuka kritik terhadap ketidakadilan sikap mereka: menisbahkan kepada Allah apa yang justru mereka sendiri anggap kurang diinginkan (anak perempuan, sebagaimana akan terungkap di ayat-ayat berikutnya), sementara untuk diri sendiri mereka memilih apa yang mereka sukai.
Renungan dan Hikmah
- Menisbahkan kepada Allah sesuatu yang mereka sendiri pandang rendah, sementara memilih yang mereka sukai untuk diri sendiri, menyingkap standar ganda yang mendasari klaim keagamaan mereka; sebuah kritik terhadap ketidakjujuran dalam beragama, bukan sekadar kesalahan teologis abstrak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, a-l-h, b-n-y, s-b-h, sh-h-w): yaj'aluun diterjemahkan 'menetapkan' (akar j-'-l); banaat diterjemahkan 'anak-anak perempuan'; subhaanahu diterjemahkan 'Maha Suci Dia'; yashtahuun diterjemahkan 'menyukai' (akar sh-h-w). gloss '(anak-anak laki-laki)' + footnote dibuang.
Ayat 16:58
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang anak perempuan, wajahnya menjadi hitam, sedang ia menahan kesedihan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰwa-idzaa busysyira ahaduhum bi-l-untsaadan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang anak perempuan
- ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌzhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimunwajahnya menjadi hitam, sedang ia menahan kesedihan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- بُشِّرَbusysyiradiberi kabar gembira
- أَحَدُهُمْahaduhumsalah seorang mereka
- بِالْأُنْثَىٰbi-l-untsaadengan perempuan
- ظَلَّzhallajadilah
- وَجْهُهُwajhuhuwajahnya
- مُسْوَدًّاmuswaddanmenghitam
- وَهُوَwa-huwasedang ia
- كَظِيمٌkazhiimunyang menahan kesedihan
Inti bacaan
Deskripsi mentah reaksi diskriminatif terhadap kelahiran anak perempuan, wajah menghitam, menahan kesedihan, digambarkan tanpa basa-basi untuk menyingkap ketidakadilan sikap semacam ini secara terus terang.
Penjelasan pilihan kata
'Diberi kabar' (bushshira): akar yang sama dengan 'kabar gembira' (bashsharnaa) yang dipakai berulang untuk kabar kelahiran Ishaq (15:53-55), kini kata yang sama dipakai secara ironis untuk kabar yang sama sekali tidak disambut gembira. 'Wajahnya menjadi hitam': gambaran fisik literal atas reaksi emosional yang kuat, dipertahankan tanpa memperhalus jadi 'merah padam'.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap kenyataan pahit di balik kritik 16:57: anak perempuan bukan sekadar 'kurang disukai' secara abstrak, melainkan disambut dengan kesedihan mendalam yang tampak jelas di wajah, sebuah reaksi yang akan berujung pada keputusan mengerikan di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipakai untuk memberitahukan kelahiran itu kata yang biasanya membawa kabar gembira. Bahasanya tidak diubah sedikit pun. Yang berubah cuma wajah orang yang menerimanya, dan pertentangan itulah yang membuat ayat ini pedih.
- Allah menggambarkan wajah yang menghitam apa adanya, tanpa memperhalus. Tidak ada kata yang menutupi. Sebuah kebiasaan buruk paling telak dibongkar bukan dengan dicela, melainkan dengan digambarkan persis seperti terjadinya.
- Allah menyebut ia menahan kesedihan, bukan menangis. Perasaannya disembunyikan dari orang lain. Yang ditutupi bukan kesedihan atas kehilangan, melainkan atas kedatangan, dan justru karena itu ia tak bisa diceritakan kepada siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-sh-r, a-h-d, a-n-ts, zh-l-l, w-j-h, s-w-d, k-zh-m): bushshira diterjemahkan 'diberi kabar' (akar b-sh-r); unthaa diterjemahkan 'anak perempuan'; zhalla wajhuhu muswaddan diterjemahkan 'wajahnya menjadi hitam' (akar w-j-h WJH + akar s-w-d); kazhiim diterjemahkan 'menahan (kesedihan)' (akar k-zh-m). gloss '(Padahal,)/(merah padam)/(sedih dan malu)' dibuang.
Ayat 16:59
يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ ۚ أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ
Ia bersembunyi dari orang banyak karena buruknya kabar yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah membenamkannya ke dalam tanah? Ingatlah, alangkah buruk apa yang mereka putuskan.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَتَوَارَىٰ مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِyatawaaraa mina l-qawmi min suu'i maa busysyira bihiia bersembunyi dari orang banyak karena buruknya kabar yang disampaikan kepadanya
- أَيُمْسِكُهُ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِa-yumsikuhu 'alaa huunin am yadussuhu fii t-turaabiapakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah membenamkannya ke dalam tanah
- أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَalaa saa'a maa yahkumuunaingatlah, alangkah buruk apa yang mereka putuskan
Terjemahan per kata (19 kata)
- يَتَوَارَىٰyatawaaraamenyembunyikan diri
- مِنَminadari
- الْقَوْمِl-qawmikaum
- مِنْmindari
- سُوءِsuu'ikeburukan
- مَاmaaapa yang
- بُشِّرَbusysyiradiberi kabar gembira
- بِهِbihipadanya
- أَيُمْسِكُهُa-yumsikuhuapakah ia menahannya
- عَلَىٰ'alaaatas
- هُونٍhuuninkehinaan
- أَمْamatau
- يَدُسُّهُyadussuhumenguburkannya
- فِيfiike dalam
- التُّرَابِt-turaabitanah
- أَلَاalaaingatlah
- سَاءَsaa'aseburuk-buruk
- مَاmaaapa yang
- يَحْكُمُونَyahkumuunamereka memutuskan
Inti bacaan
Dilema mengerikan (menanggung kehinaan atau membenamkan hidup-hidup) ditutup dengan kecaman tegas: 'alangkah buruk (putusan) yang mereka tetapkan itu', kecaman jelas terhadap setiap dorongan merendahkan nilai seorang anak berdasarkan jenis kelamin, baik dalam bentuk historis maupun bentuk modernnya. Konkretnya: menolak tegas segala bentuk perlakuan yang merendahkan nilai anak berdasarkan jenis kelamin, kesadaran akan sejarah kelam ini seharusnya memperkuat komitmen memperlakukan setiap anak dengan penghormatan setara.
Penjelasan pilihan kata
'Membenamkannya ke dalam tanah' (yadussuhu fii t-turaab): merujuk pada praktik mengubur bayi perempuan hidup-hidup yang pernah berlaku di sebagian masyarakat pra-Islam, disebut di sini secara langsung tanpa menghaluskan gambarannya. 'Alangkah buruk apa yang mereka putuskan' (saa'a maa yahkumuuna): akarnya dalam bentuk verba, 'memutuskan', konsisten dengan konvensi verba akar ini; penilaian tegas ini adalah penilaian teks sendiri, bukan tambahan tambahan.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap secara langsung praktik kekejaman yang tersembunyi di balik kesedihan yang digambarkan di ayat sebelumnya: dua pilihan yang sama-sama menunjukkan betapa rendahnya nilai yang diberikan kepada anak perempuan dalam masyarakat itu, ditutup dengan penilaian tegas dari teks sendiri bahwa keputusan semacam itu buruk.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini mengecam langsung sebuah praktik historis spesifik (penguburan bayi perempuan hidup-hidup), namun kecamannya berpijak pada prinsip yang tidak terbatas pada praktik itu saja, penilaian rendah terhadap nilai seseorang berdasarkan jenis kelamin sejak lahir, sebuah pola yang bisa muncul dalam bentuk berbeda-beda di berbagai zaman meski praktik ekstremnya sudah tidak lazim.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga terjemahan).