وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ ۙ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ

Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan , Mahasuci Dia , sedang bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِwa-yaj'aluuna li-llaahi l-banaatidan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan
  2. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  3. وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَwa-lahum maa yasytahuunasedang bagi mereka sendiri apa yang mereka sukai

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَيَجْعَلُونَwa-yaj'aluunadan mereka menjadikan
  2. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  3. الْبَنَاتِl-banaatianak-anak perempuan
  4. سُبْحَانَهُsubhaanahuMahasuci Dia
  5. وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
  6. مَاmaaapa yang
  7. يَشْتَهُونَyasytahuunamereka inginkan

Inti bacaan

Standar ganda yang tersingkap: menetapkan bagi Allah sesuatu yang secara budaya mereka sendiri anggap kurang diinginkan (anak perempuan), sementara bagi diri sendiri mereka simpan pilihan yang mereka sukai. Konkretnya: mengenali kapan diri sendiri menerapkan standar ganda, memberikan yang 'kurang' untuk pihak lain sambil menyimpan yang 'lebih baik' untuk diri sendiri, adalah kesadaran diri penting untuk mengoreksi bias yang mementingkan diri sendiri.

Penjelasan pilihan kata

'Mahasuci Dia' (subhaanahu): seruan penyucian yang disisipkan langsung di tengah kalimat, sebuah penolakan tegas atas klaim yang baru disebutkan (menisbahkan anak perempuan kepada Allah); idiom yang sama dengan 16:1.

Tafsiran

Ayat ini membuka kritik terhadap ketidakadilan sikap mereka: menisbahkan kepada Allah apa yang justru mereka sendiri anggap kurang diinginkan (anak perempuan, sebagaimana akan terungkap di ayat-ayat berikutnya), sementara untuk diri sendiri mereka memilih apa yang mereka sukai.

Renungan dan Hikmah

  • Menisbahkan kepada Allah sesuatu yang mereka sendiri pandang rendah, sementara memilih yang mereka sukai untuk diri sendiri, menyingkap standar ganda yang mendasari klaim keagamaan mereka; sebuah kritik terhadap ketidakjujuran dalam beragama, bukan sekadar kesalahan teologis abstrak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar j-'-l, a-l-h, b-n-y, s-b-h, sh-h-w): yaj'aluun diterjemahkan 'menetapkan' (akar j-'-l); banaat diterjemahkan 'anak-anak perempuan'; subhaanahu diterjemahkan 'Maha Suci Dia'; yashtahuun diterjemahkan 'menyukai' (akar sh-h-w). gloss '(anak-anak laki-laki)' + footnote dibuang.