وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ
Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang anak perempuan, wajahnya menjadi hitam, sedang ia menahan kesedihan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَىٰwa-idzaa busysyira ahaduhum bi-l-untsaadan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang anak perempuan
- ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌzhalla wajhuhu muswaddan wa-huwa kazhiimunwajahnya menjadi hitam, sedang ia menahan kesedihan
Terjemahan per kata (9 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- بُشِّرَbusysyiradiberi kabar gembira
- أَحَدُهُمْahaduhumsalah seorang mereka
- بِالْأُنْثَىٰbi-l-untsaadengan perempuan
- ظَلَّzhallajadilah
- وَجْهُهُwajhuhuwajahnya
- مُسْوَدًّاmuswaddanmenghitam
- وَهُوَwa-huwasedang ia
- كَظِيمٌkazhiimunyang menahan kesedihan
Inti bacaan
Deskripsi mentah reaksi diskriminatif terhadap kelahiran anak perempuan, wajah menghitam, menahan kesedihan, digambarkan tanpa basa-basi untuk menyingkap ketidakadilan sikap semacam ini secara terus terang.
Penjelasan pilihan kata
'Diberi kabar' (bushshira): akar yang sama dengan 'kabar gembira' (bashsharnaa) yang dipakai berulang untuk kabar kelahiran Ishaq (15:53-55), kini kata yang sama dipakai secara ironis untuk kabar yang sama sekali tidak disambut gembira. 'Wajahnya menjadi hitam': gambaran fisik literal atas reaksi emosional yang kuat, dipertahankan tanpa memperhalus jadi 'merah padam'.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap kenyataan pahit di balik kritik 16:57: anak perempuan bukan sekadar 'kurang disukai' secara abstrak, melainkan disambut dengan kesedihan mendalam yang tampak jelas di wajah, sebuah reaksi yang akan berujung pada keputusan mengerikan di ayat berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Kata yang dipakai untuk memberitahukan kelahiran itu kata yang biasanya membawa kabar gembira. Bahasanya tidak diubah sedikit pun. Yang berubah cuma wajah orang yang menerimanya, dan pertentangan itulah yang membuat ayat ini pedih.
- Allah menggambarkan wajah yang menghitam apa adanya, tanpa memperhalus. Tidak ada kata yang menutupi. Sebuah kebiasaan buruk paling telak dibongkar bukan dengan dicela, melainkan dengan digambarkan persis seperti terjadinya.
- Allah menyebut ia menahan kesedihan, bukan menangis. Perasaannya disembunyikan dari orang lain. Yang ditutupi bukan kesedihan atas kehilangan, melainkan atas kedatangan, dan justru karena itu ia tak bisa diceritakan kepada siapa pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-sh-r, a-h-d, a-n-ts, zh-l-l, w-j-h, s-w-d, k-zh-m): bushshira diterjemahkan 'diberi kabar' (akar b-sh-r); unthaa diterjemahkan 'anak perempuan'; zhalla wajhuhu muswaddan diterjemahkan 'wajahnya menjadi hitam' (akar w-j-h WJH + akar s-w-d); kazhiim diterjemahkan 'menahan (kesedihan)' (akar k-zh-m). gloss '(Padahal,)/(merah padam)/(sedih dan malu)' dibuang.