لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِ ۖ وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Bagi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, sifat yang buruk; dan bagi Allah sifat yang tertinggi. Dan Dia Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ مَثَلُ السَّوْءِli-lladziina laa yu'minuuna bi-l-aakhirati matsalu s-saw'ibagi orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, sifat yang buruk
  2. وَلِلَّهِ الْمَثَلُ الْأَعْلَىٰwa-li-llaahi l-matsalu l-a'laadan bagi Allah sifat yang tertinggi
  3. وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُwa-huwa l-'aziizu l-hakiimudan Dia Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  2. لَاlaatidak
  3. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
  4. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  5. مَثَلُmatsaluperumpamaan
  6. السَّوْءِs-saw'ikeburukan
  7. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  8. الْمَثَلُl-matsaluperumpamaan
  9. الْأَعْلَىٰl-a'laaYang Mahatinggi
  10. وَهُوَwa-huwadan Dia
  11. الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
  12. الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah

Inti bacaan

Kontras 'sifat yang buruk' (bagi yang tidak beriman pada akhirat) versus 'sifat yang tertinggi' (bagi Allah), perbandingan yang menegaskan lagi jurang antara orientasi hidup yang mengabaikan pertanggungjawaban dan yang mengakuinya.

Penjelasan pilihan kata

'Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah' (al-aziiz al-hakiim): pasangan gelar takrif yang sudah mapan (band. konvensi zz dan hkm di seluruh terjemahan ini), tanpa 'Maha'.

Tafsiran

Ayat ini menutup gugusan kritik tentang anak perempuan (16:57-59) dengan prinsip umum: sikap buruk (termasuk praktik yang baru digambarkan) berasal dari ketidakpercayaan pada akhirat/pertanggungjawaban, sementara Allah sendiri berdiri pada standar tertinggi, digdaya dan penuh hikmah dalam setiap ketetapan-Nya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sifat yang buruk bagi yang tidak beriman kepada akhirat, dan sifat yang tertinggi bagi-Nya. Diletakkan berdampingan. Perbandingan itu tidak memerlukan uraian apa pun.
  • Yang Allah bandingkan sifat, bukan nasib. Bagaimana mereka digambarkan. Yang menempel pada seseorang di akhir bukan hartanya, melainkan sebutan yang melekat padanya.
  • Allah menutup dengan Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah. Kekuatan dan pertimbangan. Sifat tertinggi itu diterangkan dengan dua nama, bukan dibiarkan sebagai kata sifat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.