وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَىٰ ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَأَنَّهُمْ مُفْرَطُونَ
Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka benci, dan lidah mereka mengucapkan dusta bahwa bagi mereka yang terbaik. Tidak diragukan bahwa bagi mereka api, dan sesungguhnya mereka didahulukan ke sana.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَwa-yaj'aluuna li-llaahi maa yakrahuunadan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka benci
- وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ الْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ الْحُسْنَىٰwa-tashifu alsinatuhumu l-kadziba anna lahumu l-husnaadan lidah mereka mengucapkan dusta bahwa bagi mereka yang terbaik
- لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ النَّارَ وَأَنَّهُمْ مُفْرَطُونَlaa jarama anna lahumu n-naara wa-annahum mufrathuunatidak diragukan bahwa bagi mereka api, dan sesungguhnya mereka didahulukan ke sana
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَيَجْعَلُونَwa-yaj'aluunadan mereka menjadikan
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- مَاmaaapa yang
- يَكْرَهُونَyakrahuunamereka membenci
- وَتَصِفُwa-tashifudan mensifatkan
- أَلْسِنَتُهُمُalsinatuhumulidah mereka
- الْكَذِبَl-kadzibakebohongan
- أَنَّannabahwa
- لَهُمُlahumubagi mereka
- الْحُسْنَىٰl-husnaayang terbaik
- لَاlaatidak
- جَرَمَjaramasesungguhnya
- أَنَّannabahwa
- لَهُمُlahumubagi mereka
- النَّارَn-naaraapi
- وَأَنَّهُمْwa-annahumdan bahwa mereka
- مُفْرَطُونَmufrathuunayang dilupakan
Inti bacaan
Pola yang sama dengan 16:57 diulang: menetapkan bagi Allah sesuatu yang mereka sendiri benci, sambil berdusta mengklaim yang terbaik untuk diri sendiri, proyeksi yang menyimpang, lalu klaim itu langsung dibantah tegas dengan konsekuensi yang justru berlawanan (neraka, disegerakan). Konkretnya: waspada terhadap kecenderungan memproyeksikan standar rendah kepada pihak lain sambil mengklaim keistimewaan untuk diri sendiri tanpa dasar, klaim kosong semacam ini akan terbongkar oleh kenyataan yang sebenarnya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menyambung langsung tema 16:57 (anak perempuan dinisbahkan kepada Allah) dengan prinsip yang lebih umum: mereka membebankan kepada Allah apa yang mereka sendiri benci, sementara mengklaim untuk diri sendiri yang terbaik, sebuah pola ketidakadilan yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menutup gugusan kritik terhadap standar ganda mereka dengan konsekuensi tegas: klaim dusta tentang mendapatkan yang terbaik dibalas dengan kepastian sebaliknya, sebuah pembalikan yang menegaskan bahwa kedustaan tidak mengubah kenyataan.
Renungan dan Hikmah
- Mereka menetapkan bagi Allah 'apa yang mereka benci'. Yang disisihkan untuk-Nya justru bagian yang tak mereka inginkan sendiri. Pola itu jarang diucapkan tetapi mudah dikenali: yang diberikan kepada yang paling berhak sering kali yang tersisa sesudah semua yang disukai diambil lebih dulu.
- Kalimatnya menyebut 'lidah mereka mengucapkan dusta'. Bukan hati mereka meyakini, melainkan lidah mereka mengucapkan. Sebagian klaim tentang diri sendiri memang berhenti di mulut dan tak pernah benar-benar dipercayai pengucapnya, dan Allah menyebut letaknya dengan tepat.
- Mereka mengklaim mendapat yang terbaik, dan yang dinyatakan justru bahwa mereka 'didahulukan' ke api. Kata yang biasanya menandakan keistimewaan dipakai untuk hal yang sebaliknya. Pembalikan itu memakai kosakata mereka sendiri tentang keunggulan, dan di situlah tajamnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar j-'-l, a-l-h, k-r-h, w-s-f, l-s-n, k-dz-b, h-s-n, j-r-m, n-w-r, f-r-t): yakrahuun diterjemahkan 'membenci' (akar k-r-h KRH, mereka nisbahkan ke Allah apa yang mereka sendiri benci); tasifu alsinatuhumu l-kadhib diterjemahkan 'lidah mereka mengucapkan dusta' (akar w-s-f + akar k-dz-b); laa jarama diterjemahkan 'tidak diragukan' (akar j-r-m); mufratuun diterjemahkan 'disegerakan/dibiarkan' (akar f-r-t). gloss '(surga)/(tempat yang layak)' dibuang.