تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelummu, lalu setan menghias perbuatan mereka bagi mereka, sehingga ia menjadi pemimpin mereka pada hari ini, dan bagi mereka azab yang pedih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَta-llaahi la-qad arsalnaa ilaa umamin min qablikademi Allah, sungguh Kami telah mengutus kepada umat-umat sebelummu
  2. فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْfa-zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahumlalu setan menghias perbuatan mereka bagi mereka
  3. فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌfa-huwa waliyyuhumu l-yawma wa-lahum 'adzaabun aliimunsehingga ia menjadi pemimpin mereka pada hari ini, dan bagi mereka azab yang pedih

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. تَاللَّهِta-llaahidemi Allah
  2. لَقَدْla-qadsungguh
  3. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. أُمَمٍumaminumat-umat
  6. مِنْmindari
  7. قَبْلِكَqablikasebelummu
  8. فَزَيَّنَfa-zayyanamaka menghiasi
  9. لَهُمُlahumubagi mereka
  10. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  11. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
  12. فَهُوَfa-huwamaka dia
  13. وَلِيُّهُمُwaliyyuhumupelindung mereka
  14. الْيَوْمَl-yawmahari ini
  15. وَلَهُمْwa-lahumdan bagi mereka
  16. عَذَابٌ'adzaabunazab
  17. أَلِيمٌaliimunyang pedih

Inti bacaan

Pola 'setan menghias perbuatan mereka' menjelaskan mekanisme penyesatan diri, sesuatu yang buruk tampak indah/dibenarkan di mata pelakunya. Konkretnya: mengenali kapan sesuatu yang tampak menarik atau dibenarkan justru sebenarnya merugikan adalah keterampilan inti melawan penipuan diri sendiri, pola 'pembenaran yang mempercantik keburukan' ini berulang lintas sejarah dan tetap relevan dalam kehidupan sekarang.

Penjelasan pilihan kata

'Menghias' (zayyana): akar yang sama dengan 15:16 (menghiasi langit) dan 15:39 (Iblis menghias kejahatan), kini kembali dipakai dalam facet negatif yang sama dengan 15:39, menegaskan pola berulang setan menjadikan keburukan tampak indah.

Tafsiran

Ayat ini mengangkat pola historis yang sama, bukan hanya kaum penerima wahyu ini, tetapi umat-umat sebelumnya juga mengalami penghiasan kejahatan oleh setan, menyingkap bahwa pola penyesatan ini bersifat universal, bukan kejadian sekali saja.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini dibuka Allah dengan sumpah atas nama-Nya sendiri. Yang hendak disampaikan sesudahnya bukan hal baru, melainkan pola lama yang berulang. Sesuatu yang sudah sering terjadi justru paling sulit dipercaya sedang terjadi lagi pada diri sendiri.
  • Cara yang disebut menghias perbuatan mereka bagi mereka sendiri. Bukan mendorong, bukan menekan. Yang diubah tampilan perbuatannya di mata pelakunya, dan sesudah itu tak ada yang perlu dipaksakan lagi.
  • Yang tadinya menghias disebut Allah kini menjadi pemimpin mereka. Hubungannya berubah dari membujuk menjadi memimpin. Sesuatu yang mula-mula cuma membuat sebuah pilihan terlihat menarik pada akhirnya yang menentukan arah, dan pergeseran itu jarang terasa pada hari ia terjadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-l-h, r-s-l, a-m-m, q-b-l, z-y-n, sh-t-n, '-m-l, w-l-y, y-w-m, '-dz-b, a-l-m): arsalnaa diterjemahkan 'mengutus' (akar r-s-l); zayyana diterjemahkan 'menghias' (akar z-y-n); waliyyuhum diterjemahkan 'wali/pemimpin mereka', akar w-l-y (WLY; setan wali orang sesat, KONTRAS Allah wali orang beriman 6:127/7:196). gloss '(rasul-rasul)/(Nabi Muhammad)/(yang buruk)/(setan)/(di dunia)/(di akhirat)' dibuang.