وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Kitab, kecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan, serta menjadi petunjuk dan pemberian rahmat bagi kaum yang beriman.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَwa-maa anzalnaa 'alayka l-kitaabadan Kami tidak menurunkan kepadamu Kitab
  2. إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِillaa li-tubayyina lahumu lladzii khtalafuu fiihikecuali agar engkau menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan
  3. وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَwa-hudan wa-rahmatan li-qawmin yu'minuunaserta menjadi petunjuk dan pemberian rahmat bagi kaum yang beriman

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَنْزَلْنَاanzalnaaKami menurunkan
  3. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  4. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لِتُبَيِّنَli-tubayyinaagar engkau menjelaskan
  7. لَهُمُlahumubagi mereka
  8. الَّذِيlladziiyang
  9. اخْتَلَفُواkhtalafuuberselisih
  10. فِيهِfiihidi dalamnya
  11. وَهُدًىwa-hudandan petunjuk
  12. وَرَحْمَةًwa-rahmatandan rahmat
  13. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  14. يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman

Inti bacaan

Tiga sasaran penurunan Kitab: menguraikan pokok sengketa, menunjukkan arah, dan menganugerahkan rahmat bagi yang yakin.

Penjelasan pilihan kata

Terjemahan ayat ini bertumpu pada empat bagian. Rangkaian (إِلَّا لِتُبَيِّنَ, illaa li-tubayyina) yang berarti "kecuali agar engkau menjelaskan" menyebut tugas yang pertama. Rangkaian (الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ, lladzii khtalafuu fiihi) yang berarti "apa yang mereka perselisihkan" menyebut bahan yang dijelaskan. Kata (وَرَحْمَةً, wa-rahmatan) yang berarti "dan pemberian rahmat" menyebut tujuan ketiga. Rangkaian (لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "bagi kaum yang beriman" menyebut penerima petunjuk dan rahmat.

Ayat dibuka dengan (وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ, wa-maa anzalnaa 'alayka l-kitaaba) yang berarti "dan Kami tidak menurunkan kepadamu Kitab", dan rangkaian ini hanya ada di 16:64 di seluruh Al-Qur'an. Susunan tidak-kecuali sesudahnya membatasi tujuan penurunan itu pada apa yang disebut ayat. Susunan yang sama dipakai untuk pengutusan di 4:64, (وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ, wa-maa arsalnaa min rasuulin illaa li-yuthaa'a) yang berarti "dan Kami tidak mengutus seorang rasul kecuali untuk ditaati", dan di 14:4, (وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ, wa-maa arsalnaa min rasuulin illaa bi-lisaani qawmihi) yang berarti "dan Kami tidak mengutus seorang rasul kecuali dengan bahasa kaumnya". Rangkaian (إِلَّا لِتُبَيِّنَ, illaa li-tubayyina) sendiri hanya ada di 16:64.

Kata (لِتُبَيِّنَ, li-tubayyina) sama dengan yang ada di 16:44. Akar ب-ي-ن, bentuk kata kerja pola kedua, dan daftar pelaku kata kerja ini dibahas di sana. Di 16:64 kata itu diikuti (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "kepada mereka", sedangkan di 16:44 diikuti "kepada manusia".

Kata (اخْتَلَفُوا, khtalafuu) berakar خ-ل-ف, berbentuk kata kerja pola kedelapan, lampau, orang ketiga jamak. Bentuk lampau ini membedakannya dari 16:39, yang memakai bentuk sedang berlangsung, (الَّذِي يَخْتَلِفُونَ فِيهِ, lladzii yakhtalifuuna fiihi) yang berarti "apa yang mereka perselisihkan", dengan Allah sebagai pelaku penjelasan: "supaya Dia menjelaskan kepada mereka". Kata kerja menjelaskan untuk perselisihan juga dipakai Isa di 43:63, (وَلِأُبَيِّنَ, wa-li-ubayyina) yang berarti "dan untuk aku jelaskan", sedangkan keputusan atas perselisihan memakai kata kerja lain. Di 2:113, 10:93, 16:124, 32:25, dan 45:17 Allah memutuskan di antara mereka pada hari Kiamat, (فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ, fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuuna) yang berarti "tentang apa yang dahulu mereka perselisihkan", dan di 2:213 Kitab yang diturunkan disebut bersama (لِيَحْكُمَ, li-yahkuma) yang berarti "agar memutuskan", dengan Kitab sebagai pelaku dalam terjemahan di sini. Pemisahan itu menjadi alasan terjemahan di sini memakai "menjelaskan" untuk kata kerja dari akar ب-ي-ن, dan "memutuskan" untuk kata kerja keputusan, yaitu dari akar ح-ك-م di 2:113, 2:213, dan 16:124, dari akar ق-ض-ي di 10:93 dan 45:17, dan dari akar ف-ص-ل di 32:25.

Pasangan (هُدًى وَرَحْمَةً, hudan wa-rahmatan) yang berarti "petunjuk dan rahmat" ada di tujuh ayat, yaitu 6:154, 7:52, 12:111, 16:64, 16:89, 28:43, dan 31:3. Rangkaian yang lebih panjang, (هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, hudan wa-rahmatan li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman", persis sama hanya di 7:52, 12:111, dan 16:64. Di ketiganya pasangan itu menyifati Kitab atau kisah yang diturunkan.

Terjemahan "pemberian rahmat" untuk (رَحْمَةً, rahmatan) di ayat ini sama dengan 16:89 dan 17:82. Pilihan itu bertumpu pada pemakaian akar ر-ح-م untuk sesuatu yang diberikan, misalnya (آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا, aataynaahu rahmatan min 'indinaa) yang berarti "Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami" di 18:65.

Tafsiran

Ayat ini menutup daftar tujuan penurunan Kitab kepada yang disapa pada tiga hal: menjelaskan, memberi petunjuk, dan memberi rahmat. Susunan tidak-kecuali dapat dibaca sebagai pembatas daftar itu, dan ayat tidak menyebut tujuan keempat.

Tiga hal itu tidak sama jangkauannya. Tugas menjelaskan menjangkau semua pihak yang berselisih, karena objeknya (لَهُمُ, lahumu) yang berarti "kepada mereka" tidak dibatasi. Petunjuk dan rahmat dibatasi oleh rangkaian bagi kaum yang beriman. Dari sisi susunan, rangkaian itu dapat dibaca menempel pada petunjuk dan rahmat saja, atau pada ketiganya. Ayat tidak menandai pilihan, tetapi 7:52 dan 12:111 memasang rangkaian yang sama langsung sesudah petunjuk dan rahmat.

Perselisihan yang disebut ayat ini sudah ada sebelum penjelasan datang, dan ayat-ayat lain menerangkan sebabnya. Frasa (بَغْيًا بَيْنَهُمْ, baghyan baynahum) yang berarti "karena kedengkian di antara mereka" ada di 2:213, 3:19, 42:14, dan 45:17. Di 2:213, 3:19, dan 45:17 perselisihan itu muncul sesudah bukti atau ilmu datang kepada mereka, dan 10:93 menyebut hal yang sama dengan kalimat yang lebih pendek: mereka tidak berselisih hingga datang pengetahuan. Dengan demikian penjelasan yang sampai tidak otomatis menghentikan perselisihan, dan ayat ini tidak menjanjikan hal itu. Ayat ini menjanjikan penjelasannya saja.

Pembagian pekerjaan tampak ketika ayat ini disandingkan dengan ayat-ayat tentang keputusan. Di 16:64 orang yang disapa menjelaskan, sedangkan keputusan atas perselisihan disandarkan kepada Allah di 2:113, 10:93, 16:124, 32:25, dan 45:17, dan oleh 42:10 tanpa menyebut hari Kiamat, dengan (فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ, fa-hukmuhu ilaa llaahi) yang berarti "putusannya kepada Allah". Di 5:48 yang disapa diperintahkan memutuskan di antara mereka dengan (بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ, bi-maa anzala llaahu) yang berarti "menurut apa yang diturunkan Allah", sehingga keputusannya terikat pada apa yang diturunkan.

Ayat ini dan 16:44 mengunci pekerjaan yang sama dari dua sisi. Di 16:44 bahan penjelasannya berupa apa yang diturunkan kepada manusia, dan di 16:64 berupa perselisihan manusia. Dua bahan itu bertemu di 2:213, yang menyebut bahwa Kitab diturunkan agar ada keputusan di antara manusia tentang perselisihan mereka. Ayat ini tidak menyebut kapan atau dengan cara apa penjelasan itu dilakukan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Kitab turun untuk perselisihan yang sudah ada, sehingga ayat ini menempatkan penerimanya di tengah orang-orang yang sudah berselisih. Siapa pun yang pernah diminta menengahi sebuah keluarga bisa menemukan bahwa perselisihan sudah disertai banyak penjelasan dari semua pihak, dan satu rujukan yang disepakati semua pihak belum ada. Rujukan seperti apa yang cukup kuat untuk didengar oleh semua pihak? Ayat ini menaruh Kitab di tempat rujukan itu, lalu memberi penerimanya pekerjaan menjelaskan isinya kepada orang-orang yang tadinya berselisih.
  • Ayat ini memberi yang disapa pekerjaan menjelaskan, sedangkan keputusan akhir atas perselisihan disebut di ayat-ayat lain sebagai milik Allah pada hari Kiamat. Orang yang diminta menjelaskan dan tidak diminta menghakimi memegang peran yang terdengar ringan namun sulit dijalankan, karena kejernihan harus ada tanpa kuasa untuk memaksakan hasil, dan penjelasan harus rela bila tidak mengakhiri perselisihan. Orang yang menengahi pertengkaran di kantor atau di keluarga mengenal rasa itu: ia sudah menjelaskan semuanya dan masih harus membiarkan pihak-pihak itu memilih.
  • Ayat-ayat tentang asal perselisihan menyebut bahwa orang berselisih sesudah ilmu atau bukti datang kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Orang yang menunggu penjelasan yang sempurna sebelum bersedia berdamai menunggu sesuatu yang menurut ayat-ayat itu tidak selalu mengakhiri perselisihan, sebab kedengkian bisa tinggal di tempatnya sekalipun semuanya sudah terang. Ayat ini menjanjikan penjelasan dan tidak menjanjikan kesepakatan.
  • Allah menyebut menjelaskan, memberi petunjuk, dan memberi rahmat sebagai tujuan dari satu benda yang sama. Seorang guru yang baik bisa mengenal tiga hal itu dari satu pelajaran: sebuah keterangan yang jernih, arah yang jadi terlihat setelah keterangan itu dipahami, dan keringanan yang dirasakan murid karena arah itu ada. Ayat ini tidak mengurutkan ketiganya menurut tingkat, dan membiarkan pembaca melihat bahwa Kitab bekerja pada beberapa lapis diri sekaligus.
  • Tugas menjelaskan menjangkau semua pihak yang berselisih, sedangkan petunjuk dan rahmat diikat pada kaum yang beriman. Pembedaan ini memperlihatkan dua langkah: penjelasan dapat diterima siapa saja yang mendengarnya, sedangkan arah dan keringanan baru dirasakan oleh orang yang sudah condong percaya pada isinya. Orang yang menyodorkan penjelasan tidak perlu menunggu pendengarnya beriman terlebih dahulu.
  • Rahmat dalam ayat ini dipasang sebagai sesuatu yang diberikan, dan 18:65 memakai akar yang sama untuk sesuatu yang Allah berikan kepada seorang hamba dari sisi-Nya. Pemberian membuat hubungan antara pemberi dan penerima lebih sederhana daripada perasaan yang harus ditebak. Orang yang menerima sesuatu bisa menunjukkan apa yang diterimanya, dan ayat ini menyebutnya dengan kata yang memungkinkan hal itu.
  • Kalimat berpola tidak-kecuali tidak menyisakan tempat untuk tujuan lain: tiga hal disebut, lalu kalimat selesai. Orang yang membaca ayat ini untuk menjawab pertanyaan untuk apa Kitab diturunkan kepadanya mendapat jawaban yang terhitung dan terbatas. Daftar yang pendek seperti ini jarang membuat orang tersesat, dan sering membuat orang tahu apa yang tidak perlu dicarinya di sana. Pembaca yang datang dengan banyak pertanyaan akan menemukan sebagian terjawab di ayat lain, dan ayat ini cukup menjawab satu pertanyaan saja dengan terang.