وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Dan Allah menurunkan air dari langit, lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mendengarkan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَاللَّهُ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءًwa-llaahu anzala mina s-samaa'i maa'andan Allah menurunkan air dari langit
  2. فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَاfa-ahyaa bihi l-ardha ba'da mawtihaalalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya
  3. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَinna fii dzaalika la-aayatan li-qawmin yasma'uunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mendengarkan

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  2. أَنْزَلَanzalamenurunkan
  3. مِنَminadari
  4. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  5. مَاءًmaa'anair
  6. فَأَحْيَاfa-ahyaalalu Dia menghidupkan
  7. بِهِbihidengannya
  8. الْأَرْضَl-ardhabumi
  9. بَعْدَba'dasesudah
  10. مَوْتِهَاmawtihaamatinya
  11. إِنَّinnasesungguhnya
  12. فِيfiipada
  13. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  14. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  15. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  16. يَسْمَعُونَyasma'uunamendengar

Inti bacaan

Hujan yang menghidupkan bumi mati disebut 'tanda bagi kaum yang mendengarkan (dengan perhatian dan penghayatan)', mode kognitif keempat (mendengarkan secara reseptif) selain berpikir/menalar/mengingat yang muncul di ayat-ayat sebelumnya. Konkretnya: benar-benar menyerap pelajaran dari suatu peristiwa membutuhkan sikap mendengarkan yang aktif dan penuh perhatian, bukan sekadar mendengar secara pasif, melatih kualitas perhatian ini adalah keterampilan yang bisa disengaja dilatih.

Penjelasan pilihan kata

'Yang mendengarkan' (yasma'uun): kata kognitif keempat dalam surah ini setelah 'berpikir', 'mengerti', dan 'mengambil pelajaran' (16:11-13), melengkapi variasi respons terhadap tanda-tanda ciptaan.

Tafsiran

Ayat ini membuka rangkaian tanda ciptaan baru: kali ini berfokus pada kehidupan yang dihasilkan dari air hujan, menyambung tema penghidupan kembali bumi yang mati sebagai gema dari tema kebangkitan yang dibahas sebelumnya dalam surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut Dia menghidupkan bumi 'setelah matinya'. Bukan menumbuhkan yang belum ada, melainkan menghidupkan kembali yang sudah selesai. Tanda yang dipilih untuk menerangkan kebangkitan adalah sesuatu yang terjadi tiap tahun di depan mata semua orang.
  • Penerima tanda ini disebut 'kaum yang mendengarkan', berbeda dari yang berpikir atau yang mengambil pelajaran di ayat-ayat sebelumnya. Allah menyebut cara menerima yang berbeda-beda untuk tanda yang berbeda-beda. Tidak semua yang perlu ditangkap manusia masuk lewat pintu yang sama.
  • Kalimatnya menyebut air itu diturunkan dari langit, bukan sekadar ada di sana. Yang menghidupkan bumi datang dari luar bumi. Sesuatu yang tampak sebagai daur alam yang tertutup ternyata digambarkan sebagai pemberian yang masuk dari arah lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.