وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung, di pepohonan, dan pada apa yang mereka bangun,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِwa-awhaa rabbuka ilaa n-nahlidan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah
- أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًاani ttakhidzii mina l-jibaali buyuutanbuatlah sarang-sarang di gunung-gunung
- وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَwa-mina sy-syajari wa-mimmaa ya'risyuunadan di pepohonan, dan pada apa yang mereka bangun
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَأَوْحَىٰwa-awhaadan Dia mewahyukan
- رَبُّكَrabbukaTuhanmu
- إِلَىilaakepada
- النَّحْلِn-nahlilebah
- أَنِaniyaitu
- اتَّخِذِيttakhidziibuatlah
- مِنَminadari
- الْجِبَالِl-jibaaligunung-gunung
- بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
- وَمِنَwa-minadan dari
- الشَّجَرِsy-syajaripohon
- وَمِمَّاwa-mimmaadan dari apa yang
- يَعْرِشُونَya'risyuunamereka bangun
Inti bacaan
Wahyu/ilham diberikan bahkan kepada lebah untuk membuat sarang di berbagai tempat, bimbingan ilahi beroperasi di setiap skala penciptaan, sampai ke insting makhluk terkecil sekalipun, menunjukkan tidak ada yang terlalu kecil untuk dilibatkan dalam rancangan yang bertujuan.
Penjelasan pilihan kata
'Mewahyukan' (awhaa): akar yang sama persis dengan yang dipakai berulang untuk wahyu kepada para rasul (band. 12:3, 12:15, 12:102, 12:109, 13:30, 14:13, dan 16:43 dalam surah ini sendiri), di sini dipakai untuk lebah: memperluas cakupan pemakaian akar ini melampaui komunikasi kepada manusia, menunjukkan bahwa arahan dari Allah dengan akar kata yang sama bisa berarah kepada makhluk lain juga, dengan bentuk yang tentu sangat berbeda dari wahyu kenabian.
Tafsiran
Ayat ini membuka salah satu gugusan paling terkenal dalam Al-Qur'an: arahan Allah kepada lebah untuk membangun sarang di berbagai tempat, sebuah contoh konkret bagaimana perilaku naluriah makhluk hidup pun dipandang sebagai bentuk pengarahan ilahi.
Renungan dan Hikmah
- Penggunaan kata yang sama untuk 'wahyu' bagi lebah dan bagi rasul menyingkap bahwa cakupan makna akarnya lebih luas dari sekadar komunikasi verbal formal kepada nabi, mencakup segala bentuk arahan/ilham dari Allah yang menuntun makhluk-Nya, dengan bentuk dan konsekuensi yang tentu sangat berbeda antara lebah dan manusia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-h-y, r-b-b, n-h-l, a-kh-dz, j-b-l, b-y-t, sh-j-r, '-r-sh): awhaa rabbuka ilaa n-nahl diterjemahkan 'Tuhanmu mewahyukan kepada lebah', akar w-h-y (memperluas rentang akar: wahyu/ilham berarah kepada MAKHLUK, bukan hanya nabi, bdk malaikat 8:12, setan 6:112; terjemahan lain 'mengilhamkan'); ya'rishuun diterjemahkan 'membangun/menyusun' (akar '-r-sh). gloss '(manusia)' dibuang.