وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Dan Allah telah menciptakan kalian, kemudian mewafatkan kalian. Dan di antara kalian ada yang dikembalikan pada usia yang paling hina, sehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui. Sesungguhnya Allah berilmu lagi berkuasa.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْwa-llaahu khalaqakum tsumma yatawaffaakumdan Allah telah menciptakan kalian, kemudian mewafatkan kalian
  2. وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِwa-minkum man yuraddu ilaa ardzali l-'umuridan di antara kalian ada yang dikembalikan pada usia yang paling hina
  3. لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًاli-kay laa ya'lama ba'da 'ilmin syay'ansehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui
  4. إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌinna llaaha 'aliimun qadiirunsesungguhnya Allah berilmu lagi berkuasa

Terjemahan per kata (20 kata)

  1. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  2. خَلَقَكُمْkhalaqakummenciptakan kalian
  3. ثُمَّtsummakemudian
  4. يَتَوَفَّاكُمْyatawaffaakummewafatkan kalian
  5. وَمِنْكُمْwa-minkumdan di antara kalian
  6. مَنْmanorang yang
  7. يُرَدُّyuraddudikembalikan
  8. إِلَىٰilaapada
  9. أَرْذَلِardzalipaling hina
  10. الْعُمُرِl-'umuriumur
  11. لِكَيْli-kayagar
  12. لَاlaatidak
  13. يَعْلَمَya'lamamengetahui
  14. بَعْدَba'dasesudah
  15. عِلْمٍ'ilminpengetahuan
  16. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  17. إِنَّinnasesungguhnya
  18. اللَّهَllaahaAllah
  19. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  20. قَدِيرٌqadiirunberkuasa

Inti bacaan

Pengakuan jujur tentang kepikunan di usia tua, 'tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya', kesadaran akan kemunduran kognitif yang wajar sebagai bagian alami perjalanan hidup. Konkretnya: membangun sesuatu yang bertahan melampaui kapasitas kognitif pribadi (hubungan yang kokoh, pengetahuan yang diwariskan kepada orang lain, kebiasaan baik yang sudah mengakar) adalah investasi bijak mengingat keterbatasan yang pasti datang di usia lanjut.

Penjelasan pilihan kata

'Berkuasa' (qadiir): facet dari akar qdr yang sama dengan 'ukuran' (15:21) dan 'menentukan' (15:60), di sini menekankan facet kekuasaan/kemampuan, konsisten dengan pemakaian serupa lainnya dalam terjemahan ini.

Tafsiran

Ayat ini kembali ke siklus hidup manusia (setelah gugusan tentang ciptaan dan lebah): mengingatkan bahwa kemampuan mengetahui yang dibanggakan manusia bisa memudar seiring usia lanjut, sebuah pengingat kerendahan hati di hadapan Allah yang berilmu dan berkuasa penuh tanpa batas semacam itu.

Renungan dan Hikmah

  • Usia lanjut disebut Allah dengan kata yang keras: 'usia yang paling hina'. Tidak diperhalus, tidak dipuji sebagai kematangan. Kejujuran itu justru melegakan bagi orang yang menjalaninya, sebab keadaan yang tak diakui beratnya selalu terasa dua kali lebih berat.
  • Yang digambarkan bukan orang yang tak pernah tahu, melainkan yang 'tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui'. Kehilangan sesudah pernah memiliki. Yang paling ditakutkan manusia dari usia tua memang bukan tidak tahu, melainkan pernah tahu dan tak lagi bisa menemukannya.
  • Kalimat pertamanya menyebut dua hal berdempetan: Allah menciptakan kalian, kemudian mewafatkan kalian. Seluruh hidup termuat di dalam kata 'kemudian'. Cara menyebutnya yang sesingkat itu sendiri sudah menyampaikan sesuatu tentang panjangnya menurut ukuran yang bukan ukuran kita.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').