وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

Dan Allah telah menciptakan kalian, kemudian mewafatkan kalian. Dan di antara kalian ada yang dikembalikan pada usia yang paling hina, sehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui. Sesungguhnya Allah berilmu lagi berkuasa.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْwa-llaahu khalaqakum tsumma yatawaffaakumdan Allah telah menciptakan kalian, kemudian mewafatkan kalian
  2. وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِwa-minkum man yuraddu ilaa ardzali l-umuridan di antara kalian ada yang dikembalikan pada usia yang paling hina
  3. لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًاli-kay laa ya'lama ba'da ilmin shay'ansehingga ia tidak mengetahui lagi sesuatu setelah mengetahui
  4. إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌinna llaaha aliimun qadiirunsesungguhnya Allah berilmu lagi berkuasa
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'And God created you; then will He take you.1 And among you is he who is sent back to the most abject age, so that he knows not, after knowledge, anything.

Aplikasi

Pengakuan jujur tentang kepikunan di usia tua, 'tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya', kesadaran akan kemunduran kognitif yang wajar sebagai bagian alami perjalanan hidup. Konkretnya: membangun sesuatu yang bertahan melampaui kapasitas kognitif pribadi (hubungan yang kokoh, pengetahuan yang diwariskan kepada orang lain, kebiasaan baik yang sudah mengakar) adalah investasi bijak mengingat keterbatasan yang pasti datang di usia lanjut.