Ayat 16:71
وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
Dan Allah melebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, maka orang-orang yang dilebihkan itu tidak mau mengembalikan rezeki mereka kepada yang mereka miliki, sehingga mereka sama dalam hal itu. Maka apakah terhadap nikmat Allah mereka mengingkari?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِwa-llaahu fadhdhala ba'dhakum 'alaa ba'dhin fii r-rizqidan Allah melebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dalam hal rezeki
- فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْfa-maa lladziina fudhdhiluu bi-raaddii rizqihim 'alaa maa malakat aymaanuhummaka orang-orang yang dilebihkan itu tidak mau mengembalikan rezeki mereka kepada yang mereka miliki
- فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌfa-hum fiihi sawaa'unsehingga mereka sama dalam hal itu
- أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَa-fa-bi-ni'mati llaahi yajhaduunamaka apakah terhadap nikmat Allah mereka mengingkari
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- فَضَّلَfadhdhalamelebihkan
- بَعْضَكُمْba'dhakumsebagian kalian
- عَلَىٰ'alaaatas
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- فِيfiidalam
- الرِّزْقِr-rizqirezeki
- فَمَاfa-maamaka tidaklah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- فُضِّلُواfudhdhiluumereka dilebihkan
- بِرَادِّيbi-raaddiiyang mengembalikan
- رِزْقِهِمْrizqihimrezeki mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- مَلَكَتْmalakatdimiliki
- أَيْمَانُهُمْaymaanuhumtangan kanan mereka
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- فِيهِfiihidi dalamnya
- سَوَاءٌsawaa'unsama saja
- أَفَبِنِعْمَةِa-fa-bi-ni'matimaka apakah terhadap nikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- يَجْحَدُونَyajhaduunamereka mengingkari
Inti bacaan
Perbedaan rezeki antar manusia dipertanyakan konsistensinya: mengapa yang dilebihkan tidak membagi rezekinya secara setara kepada yang berada dalam tanggungannya? Konkretnya: perbedaan sumber daya antar manusia semestinya tidak menjadi alasan menimbun tanpa berbagi, terutama terhadap mereka yang berada dalam tanggung jawab atau perawatan langsung, kesenjangan yang tidak diimbangi kepedulian adalah bentuk pengingkaran nikmat.
Penjelasan pilihan kata
'Mengingkari' (yajhaduuna): akar yang berbeda dari 'kufur' (kafara), menandai penolakan yang disertai pengetahuan tentang kebenaran namun tetap menyangkalnya secara sengaja.
Tafsiran
Ayat ini menyoroti sebuah kontradiksi logis: mereka yang diberi kelebihan enggan berbagi kelebihan itu, padahal secara prinsip semestinya menyadari kesetaraan dasar dengan yang mereka miliki, sebuah kegagalan mensyukuri nikmat yang tampak dari keengganan berbagi.
Renungan dan Hikmah
- Ketimpangan rezeki menurut ayat ini bukan pembenaran untuk merasa lebih unggul, melainkan tanggung jawab untuk berbagi, kegagalan menyadari kesetaraan dasar meski ada perbedaan kelebihan materi disebut ayat ini sebagai bentuk pengingkaran nikmat, bukan sekadar pilihan pribadi netral.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, f-d-l, b-'-d, r-z-q, r-d-d, m-l-k, y-m-n, s-w-y, n-'-m, j-h-d): faddala diterjemahkan 'melebihkan' (akar f-d-l); rizq diterjemahkan 'rezeki' (akar r-z-q); maa malakat aymaanuhum diterjemahkan 'hamba sahaya yang mereka miliki' (akar m-l-k MLK); yajhaduun diterjemahkan 'ingkar' (akar j-h-d). Selaras.
Ayat 16:72
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ ۚ أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
Dan Allah menjadikan bagi kalian pasangan dari jenis kalian sendiri, dan menjadikan bagi kalian dari pasangan kalian anak-anak dan cucu-cucu, dan merezekikan kepada kalian dari yang baik-baik. Maka apakah terhadap yang batil mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka kufur?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًاwa-llaahu ja'ala lakum min anfusikum azwaajandan Allah menjadikan bagi kalian pasangan dari jenis kalian sendiri
- وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةًwa-ja'ala lakum min azwaajikum baniina wa-hafadatandan menjadikan bagi kalian dari pasangan kalian anak-anak dan cucu-cucu
- وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِwa-razaqakum mina th-thayyibaatidan merezekikan kepada kalian dari yang baik-baik
- أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَa-fa-bi-l-baathili yu'minuuna wa-bi-ni'mati llaahi hum yakfuruunamaka apakah terhadap yang batil mereka beriman, sedangkan terhadap nikmat Allah mereka kufur
Terjemahan per kata (21 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- جَعَلَja'alamenjadikan
- لَكُمْlakumkepada kalian
- مِنْmindari
- أَنْفُسِكُمْanfusikumdiri kalian sendiri
- أَزْوَاجًاazwaajanpasangan
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- لَكُمْlakumkepada kalian
- مِنْmindari
- أَزْوَاجِكُمْazwaajikumistri-istri kalian
- بَنِينَbaniinaanak-anak lelaki
- وَحَفَدَةًwa-hafadatandan cucu
- وَرَزَقَكُمْwa-razaqakumdan Dia memberi kalian rezeki
- مِنَminadari
- الطَّيِّبَاتِth-thayyibaatiyang baik-baik
- أَفَبِالْبَاطِلِa-fa-bi-l-baathilimaka apakah pada kebatilan
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
- وَبِنِعْمَتِwa-bi-ni'matidan dengan nikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- هُمْhummereka
- يَكْفُرُونَyakfuruunakufur
Inti bacaan
Pasangan, anak, dan cucu disebutkan eksplisit sebagai bagian dari nikmat/rezeki yang diberikan Allah, keluarga dikategorikan setara dengan pemberian material lainnya, layak mendapat pengakuan dan rasa syukur yang sama.
Penjelasan pilihan kata
'Batil' (baatil) (kata yang menandai sesuatu yang tidak berdasar/palsu, dikontraskan langsung dengan nikmat nyata yang baru disebutkan), sebuah kontras antara mempercayai yang tidak berdasar sambil mengingkari yang jelas nyata.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan daftar nikmat (pasangan, keturunan, rezeki) dengan pertanyaan retoris yang mempertajam kontradiksi: kepercayaan kepada hal yang batil justru lebih mudah diterima daripada mengakui nikmat yang jelas nyata di depan mata.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut pasangan itu dari jenis kalian sendiri. Bukan dari yang lain. Yang menenteramkan justru kesamaan, dan itu disebut sebagai bagian dari pemberian.
- Dia menyebut anak-anak dan cucu-cucu. Dua turunan. Pemberian itu digambarkan melampaui umur yang menerimanya.
- Allah menutup dengan bertanya apakah terhadap yang batil mereka beriman dan mengingkari nikmat-Nya. Dua hal sekaligus. Yang dipersoalkan bukan hanya keliru memilih, melainkan lupa pada yang sudah diterima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, j-'-l, n-f-s, z-w-j, b-n-y, h-f-d, r-z-q, t-y-b, b-t-l, a-m-n, n-'-m, k-f-r): azwaaj diterjemahkan 'pasangan'; baniin/hafadah diterjemahkan 'anak/cucu'; razaqa diterjemahkan 'merezekikan' (akar r-z-q); baatil diterjemahkan 'yang batil' (akar b-t-l); yakfuruun diterjemahkan 'kufur' (akar k-f-r). gloss '(suami atau istri)' dibuang.