وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ
Dan Allah melebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dalam hal rezeki, maka orang-orang yang dilebihkan itu tidak mau mengembalikan rezeki mereka kepada yang mereka miliki, sehingga mereka sama dalam hal itu. Maka apakah terhadap nikmat Allah mereka mengingkari?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِwa-llaahu fadhdhala ba'dhakum 'alaa ba'dhin fii r-rizqidan Allah melebihkan sebagian kalian atas sebagian yang lain dalam hal rezeki
- فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْfa-maa lladziina fudhdhiluu bi-raaddii rizqihim 'alaa maa malakat aymaanuhummaka orang-orang yang dilebihkan itu tidak mau mengembalikan rezeki mereka kepada yang mereka miliki
- فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌfa-hum fiihi sawaa'unsehingga mereka sama dalam hal itu
- أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَa-fa-bi-ni'mati llaahi yajhaduunamaka apakah terhadap nikmat Allah mereka mengingkari
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- فَضَّلَfadhdhalamelebihkan
- بَعْضَكُمْba'dhakumsebagian kalian
- عَلَىٰ'alaaatas
- بَعْضٍba'dhinsebagian
- فِيfiidalam
- الرِّزْقِr-rizqirezeki
- فَمَاfa-maamaka tidaklah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- فُضِّلُواfudhdhiluumereka dilebihkan
- بِرَادِّيbi-raaddiiyang mengembalikan
- رِزْقِهِمْrizqihimrezeki mereka
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَاmaaapa yang
- مَلَكَتْmalakatdimiliki
- أَيْمَانُهُمْaymaanuhumtangan kanan mereka
- فَهُمْfa-hummaka mereka
- فِيهِfiihidi dalamnya
- سَوَاءٌsawaa'unsama saja
- أَفَبِنِعْمَةِa-fa-bi-ni'matimaka apakah terhadap nikmat
- اللَّهِllaahiAllah
- يَجْحَدُونَyajhaduunamereka mengingkari
Inti bacaan
Perbedaan rezeki antar manusia dipertanyakan konsistensinya: mengapa yang dilebihkan tidak membagi rezekinya secara setara kepada yang berada dalam tanggungannya? Konkretnya: perbedaan sumber daya antar manusia semestinya tidak menjadi alasan menimbun tanpa berbagi, terutama terhadap mereka yang berada dalam tanggung jawab atau perawatan langsung, kesenjangan yang tidak diimbangi kepedulian adalah bentuk pengingkaran nikmat.
Penjelasan pilihan kata
'Mengingkari' (yajhaduuna): akar yang berbeda dari 'kufur' (kafara), menandai penolakan yang disertai pengetahuan tentang kebenaran namun tetap menyangkalnya secara sengaja.
Tafsiran
Ayat ini menyoroti sebuah kontradiksi logis: mereka yang diberi kelebihan enggan berbagi kelebihan itu, padahal secara prinsip semestinya menyadari kesetaraan dasar dengan yang mereka miliki, sebuah kegagalan mensyukuri nikmat yang tampak dari keengganan berbagi.
Renungan dan Hikmah
- Ketimpangan rezeki menurut ayat ini bukan pembenaran untuk merasa lebih unggul, melainkan tanggung jawab untuk berbagi, kegagalan menyadari kesetaraan dasar meski ada perbedaan kelebihan materi disebut ayat ini sebagai bentuk pengingkaran nikmat, bukan sekadar pilihan pribadi netral.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-l-h, f-d-l, b-'-d, r-z-q, r-d-d, m-l-k, y-m-n, s-w-y, n-'-m, j-h-d): faddala diterjemahkan 'melebihkan' (akar f-d-l); rizq diterjemahkan 'rezeki' (akar r-z-q); maa malakat aymaanuhum diterjemahkan 'hamba sahaya yang mereka miliki' (akar m-l-k MLK); yajhaduun diterjemahkan 'ingkar' (akar j-h-d). Selaras.