وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ

Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak menguasai rezeki bagi mereka dari langit dan bumi sedikit pun, dan tidak mampu berbuat apa-apa.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِwa-ya'buduuna min duuni llaahidan mereka menyembah selain Allah
  2. مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًاmaa laa yamliku lahum rizqan mina s-samaawaati wa-l-ardhi syay'ansesuatu yang tidak menguasai rezeki bagi mereka dari langit dan bumi sedikit pun
  3. وَلَا يَسْتَطِيعُونَwa-laa yastathii'uunadan tidak mampu berbuat apa-apa

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَيَعْبُدُونَwa-ya'buduunadan mereka mengabdi
  2. مِنْmindari
  3. دُونِduuniselain
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. مَاmaaapa yang
  6. لَاlaatidak
  7. يَمْلِكُyamlikumemiliki
  8. لَهُمْlahumbagi mereka
  9. رِزْقًاrizqanrezeki
  10. مِنَminadari
  11. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  12. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  13. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  14. وَلَاwa-laadan tidak pula
  15. يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup

Inti bacaan

Kritik logis langsung: menyembah sesuatu yang 'tidak menguasai rezeki sedikit pun' dan 'tidak mampu berbuat apa-apa', pengujian apakah objek pengabdian/ketergantungan seseorang benar-benar memiliki kapasitas nyata untuk memberi, bukan sekadar mengikuti kebiasaan tanpa evaluasi.

Penjelasan pilihan kata

'Tidak mampu' (laa yastatii'uuna): akar berbeda dari 'tidak berkuasa/berdaya' (maa antum bi-mu'jiziin di 16:46), menegaskan lagi ketidakberdayaan total sembahan-sembahan itu, melengkapi argumen 16:20-21 yang sudah membahas kekurangan serupa.

Tafsiran

Ayat ini kembali ke tema ketidakberdayaan sembahan selain Allah yang sudah dibahas di awal surah (16:20-21), kini menegaskannya lagi secara spesifik dalam konteks rezeki: sembahan itu bukan hanya tidak mencipta, tetapi juga tidak menguasai rezeki sedikit pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut dua hal: tidak menguasai rezeki sedikit pun, dan tidak mampu berbuat apa-apa. Yang kedua lebih luas. Sesudah menutup satu bidang, kalimatnya menutup seluruh bidang yang tersisa.
  • Rezeki yang disebut Allah dari langit dan bumi, dua arah sekaligus. Tidak ada sumber yang dilewati. Yang disangkal bukan sebagian kuasanya, melainkan seluruh jalan yang mungkin dilalui pemberian.
  • Keterangan yang ditambahkan sedikit pun. Ukuran terkecil disebutkan. Penyangkalan yang menutup sampai ke bagian terkecil tidak menyisakan celah untuk berkata bahwa setidaknya ada sesuatu yang bisa diberikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-b-d, d-w-n, a-l-h, m-l-k, r-z-q, s-m-w, a-r-d, sh-y-a, t-w-'): ya'buduuna diterjemahkan 'menyembah' (akar '-b-d); laa yamliku diterjemahkan 'tidak menguasai' (akar m-l-k MLK); rizq diterjemahkan 'rezeki' (akar r-z-q); laa yastatii'uun diterjemahkan 'tidak mampu' (akar t-w-' putaran 58: istataa'a). gloss '(berbuat apa pun)' dibuang.