فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Maka janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَfa-laa tadhribuu li-llaahi l-amtsaalamaka janganlah kalian membuat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah
- إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَinna llaaha ya'lamu wa-antum laa ta'lamuunasesungguhnya Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui
Terjemahan per kata (10 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَضْرِبُواtadhribuukalian bepergian
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- الْأَمْثَالَl-amtsaalaperumpamaan
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- وَأَنْتُمْwa-antumpadahal kalian
- لَاlaatidak
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
Inti bacaan
Peringatan terhadap membuat perbandingan/sekutu bagi Allah tanpa dasar pengetahuan yang cukup, 'Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui'. Konkretnya: kerendahan hati epistemik diperlukan sebelum membuat klaim atau perbandingan percaya diri tentang hal-hal yang sebenarnya melampaui pemahaman sendiri, mengakui batas pengetahuan sendiri lebih jujur daripada membuat analogi gegabah.
Penjelasan pilihan kata
'Perumpamaan-perumpamaan' (al-amtsaal): larangan menyamakan Allah dengan sesuatu yang lain (seperti sembahan-sembahan yang baru dibahas ketidakberdayaannya), sebuah larangan yang membuka jalan bagi perumpamaan yang benar di ayat-ayat berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menjadi jembatan menuju dua perumpamaan yang akan segera disampaikan (16:75-76): larangan membuat perumpamaan yang keliru tentang Allah, diikuti dengan perumpamaan yang justru diberikan Allah sendiri untuk memperjelas perbedaan status.
Renungan dan Hikmah
- Yang dilarang bukan membuat perumpamaan, sebab Allah sendiri memberikannya sesudah ini. Yang dilarang membuatnya bagi Allah. Perbedaannya terletak pada siapa yang berhak menetapkan bandingan, bukan pada alat bantunya.
- Allah memakai kata kerja yang sama dua kali dengan pelaku yang berbeda: Dia mengetahui, kalian tidak mengetahui. Kalimatnya dibuat sependek mungkin. Jarak sebesar itu ternyata cukup dinyatakan dengan satu kata yang diulang dan satu kata ingkar.
- Sesudah melarang, Allah tidak meninggalkan pembacanya tanpa jalan; dua perumpamaan menyusul di ayat berikutnya. Larangannya berpasangan dengan gantinya. Sebuah larangan yang tidak menyediakan jalan lain biasanya cuma menghasilkan kebingungan, bukan perubahan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).