Ayat 16:75
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَمْلُوكًا لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُونَ ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Allah membuat perumpamaan seorang hamba yang dimiliki, tidak berdaya atas sesuatu pun, dengan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu ia menginfakkan sebagiannya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Apakah mereka itu sama? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَمْلُوكًا لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍdharaba llaahu matsalan 'abdan mamluukan laa yaqdiru 'alaa syay'inAllah membuat perumpamaan seorang hamba yang dimiliki, tidak berdaya atas sesuatu pun
- وَمَنْ رَزَقْنَاهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنْفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًاwa-man razaqnaahu minnaa rizqan hasanan fa-huwa yunfiqu minhu sirran wa-jahrandengan seorang yang Kami beri rezeki yang baik dari Kami, lalu ia menginfakkan sebagiannya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
- هَلْ يَسْتَوُونَhal yastawuunaapakah mereka itu sama
- الْحَمْدُ لِلَّهِal-hamdu li-llaahisegala puji bagi Allah
- بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَbal aktsaruhum laa ya'lamuunatetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui
Terjemahan per kata (27 kata)
- ضَرَبَdharabamembuat
- اللَّهُllaahuAllah
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- عَبْدًا'abdanseorang hamba
- مَمْلُوكًاmamluukanhamba sahaya
- لَاlaatidak
- يَقْدِرُyaqdirumenyempitkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- رَزَقْنَاهُrazaqnaahuKami memberinya rezeki
- مِنَّاminnaadari Kami
- رِزْقًاrizqanrezeki
- حَسَنًاhasananyang baik
- فَهُوَfa-huwamaka dia
- يُنْفِقُyunfiqumenafkahkan
- مِنْهُminhudarinya
- سِرًّاsirrandengan rahasia
- وَجَهْرًاwa-jahrandan terang-terangan
- هَلْhalapakah
- يَسْتَوُونَyastawuunamereka sama
- الْحَمْدُal-hamdusegala puji
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- بَلْbalbahkan
- أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Perumpamaan hamba sahaya tak berdaya versus orang yang diberi rezeki baik dan berinfak, dipakai sebagai alat penalaran: perbandingan yang jelas dan konkret (bukan argumen abstrak semata) untuk menyingkap kekeliruan menyamakan dua hal yang jelas tidak setara. Konkretnya: menggunakan perumpamaan yang jelas dan relatable adalah cara efektif menyingkap kesalahan berpikir, terutama ketika argumen abstrak saja tidak cukup menyentuh pemahaman.
Penjelasan pilihan kata
'Tidak berdaya' (laa yaqdiru): akar qdr yang sama dengan 'berkuasa' (qadiir) di 16:70, kini dalam bentuk negatif, facet kekuasaan/kemampuan yang sama, diterapkan berlawanan. Perumpamaan ini menggambarkan perbandingan antara yang tidak berdaya sepenuhnya dan yang mampu memberi secara bebas.
Tafsiran
Perumpamaan pertama ini menggambarkan kontras antara kondisi tak berdaya total dan kondisi berkecukupan yang mampu memberi, bukan tentang perbudakan itu sendiri, melainkan tentang kapasitas bertindak sebagai poin perbandingan untuk pertanyaan yang lebih besar: bagaimana mungkin sembahan yang tidak berdaya disamakan dengan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Perumpamaan ini membandingkan yang tak berdaya atas apa pun dengan yang bisa memberi dari rezekinya. Yang jadi ukuran kemampuan bertindak, bukan tinggi rendah kedudukan. Allah memakai perbandingan itu untuk satu pertanyaan: bagaimana mungkin yang tak sanggup berbuat apa-apa disejajarkan dengan Yang memberi segalanya.
- Orang kedua digambarkan menginfakkan 'secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan', dan yang sembunyi disebut lebih dulu. Urutan itu bukan kebetulan. Yang menunjukkan bahwa seseorang benar-benar memberi adalah bagian yang tak seorang pun tahu, dan bagian itulah yang ditaruh Allah di depan.
- 'Apakah mereka itu sama?' dibiarkan tanpa jawaban. Yang menyusul cuma pujian kepada Allah. Pertanyaan yang jawabannya sudah jelas memang tidak dijawab; membiarkannya menggantung memaksa pembacanya mengucapkannya sendiri, dan yang diucapkan sendiri jauh lebih sulit dilupakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).
Ayat 16:76
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki: yang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun, dan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan. Apakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan, sedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus?
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِwa-dharaba llaahu matsalan rajulaynidan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki
- أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍahaduhumaa abkamu laa yaqdiru 'alaa syay'inyang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun
- وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍwa-huwa kallun 'alaa mawlaahu aynamaa yuwajjihhu laa ya'ti bi-khayrindan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan
- هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِhal yastawii huwa wa-man ya'muru bi-l-'adliapakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan
- وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍwa-huwa 'alaa shiraathin mustaqiiminsedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus
Terjemahan per kata (29 kata)
- وَضَرَبَwa-dharabadan Dia membuat
- اللَّهُllaahuAllah
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- رَجُلَيْنِrajulaynidua orang laki-laki
- أَحَدُهُمَاahaduhumaasalah seorang dari keduanya
- أَبْكَمُabkamubisu
- لَاlaatidak
- يَقْدِرُyaqdirumenyempitkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَهُوَwa-huwadan ia
- كَلٌّkallunbeban
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَوْلَاهُmawlaahupelindungnya
- أَيْنَمَاaynamaadi mana pun
- يُوَجِّهْهُyuwajjihhumenyuruhnya
- لَاlaatidak
- يَأْتِya'timendatangkan
- بِخَيْرٍbi-khayrindengan yang lebih baik
- هَلْhalapakah
- يَسْتَوِيyastawiisama
- هُوَhuwaia
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَأْمُرُya'murumenyuruh
- بِالْعَدْلِbi-l-'adlidengan adil
- وَهُوَwa-huwadan ia
- عَلَىٰ'alaaatas
- صِرَاطٍshiraathinjalan
- مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus
Inti bacaan
Perumpamaan dua orang laki-laki, satu tak berdaya dan menjadi beban, satu lagi menyuruh berbuat adil di jalan lurus, sebuah gambaran tajam yang mengundang refleksi: kehidupan sendiri lebih menyerupai gambaran yang mana? Konkretnya: menjadikan kontribusi aktif pada keadilan dan konsistensi di jalan yang benar sebagai tolok ukur pribadi, bukan sekadar hidup pasif tanpa arah yang jelas.
Penjelasan pilihan kata
'Tidak berdaya' (laa yaqdiru), akar yang sama dengan perumpamaan sebelumnya (16:75), kini dalam perbandingan kedua yang berbeda: bukan soal kemampuan memberi, melainkan kemampuan berkomunikasi dan bertindak bermanfaat.
Tafsiran
Perumpamaan kedua ini melengkapi yang pertama dengan dimensi berbeda, bukan soal kekayaan/kemampuan memberi, melainkan kapasitas berkomunikasi dan mendatangkan kebaikan; keduanya bersama-sama menegaskan absurditas menyamakan yang tak berdaya dengan yang mampu dan berjalan lurus.
Renungan dan Hikmah
- Dua perumpamaan berturut-turut (16:75-76) sama-sama membandingkan ketidakberdayaan dengan kemampuan penuh, namun dari sudut berbeda, kemampuan memberi vs kemampuan berkomunikasi dan bertindak baik; sebuah pola yang memperkuat argumen dari berbagai sudut, bukan mengulang poin yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.