وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
Dan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki: yang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun, dan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan. Apakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan, sedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus?
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِwa-dharaba llaahu matsalan rajulaynidan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki
- أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍahaduhumaa abkamu laa yaqdiru 'alaa syay'inyang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun
- وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍwa-huwa kallun 'alaa mawlaahu aynamaa yuwajjihhu laa ya'ti bi-khayrindan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan
- هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِhal yastawii huwa wa-man ya'muru bi-l-'adliapakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan
- وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍwa-huwa 'alaa shiraathin mustaqiiminsedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus
Terjemahan per kata (29 kata)
- وَضَرَبَwa-dharabadan Dia membuat
- اللَّهُllaahuAllah
- مَثَلًاmatsalanperumpamaan
- رَجُلَيْنِrajulaynidua orang laki-laki
- أَحَدُهُمَاahaduhumaasalah seorang dari keduanya
- أَبْكَمُabkamubisu
- لَاlaatidak
- يَقْدِرُyaqdirumenyempitkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- وَهُوَwa-huwadan ia
- كَلٌّkallunbeban
- عَلَىٰ'alaaatas
- مَوْلَاهُmawlaahupelindungnya
- أَيْنَمَاaynamaadi mana pun
- يُوَجِّهْهُyuwajjihhumenyuruhnya
- لَاlaatidak
- يَأْتِya'timendatangkan
- بِخَيْرٍbi-khayrindengan yang lebih baik
- هَلْhalapakah
- يَسْتَوِيyastawiisama
- هُوَhuwaia
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَأْمُرُya'murumenyuruh
- بِالْعَدْلِbi-l-'adlidengan adil
- وَهُوَwa-huwadan ia
- عَلَىٰ'alaaatas
- صِرَاطٍshiraathinjalan
- مُسْتَقِيمٍmustaqiiminyang lurus
Inti bacaan
Perumpamaan dua orang laki-laki, satu tak berdaya dan menjadi beban, satu lagi menyuruh berbuat adil di jalan lurus, sebuah gambaran tajam yang mengundang refleksi: kehidupan sendiri lebih menyerupai gambaran yang mana? Konkretnya: menjadikan kontribusi aktif pada keadilan dan konsistensi di jalan yang benar sebagai tolok ukur pribadi, bukan sekadar hidup pasif tanpa arah yang jelas.
Penjelasan pilihan kata
'Tidak berdaya' (laa yaqdiru), akar yang sama dengan perumpamaan sebelumnya (16:75), kini dalam perbandingan kedua yang berbeda: bukan soal kemampuan memberi, melainkan kemampuan berkomunikasi dan bertindak bermanfaat.
Tafsiran
Perumpamaan kedua ini melengkapi yang pertama dengan dimensi berbeda, bukan soal kekayaan/kemampuan memberi, melainkan kapasitas berkomunikasi dan mendatangkan kebaikan; keduanya bersama-sama menegaskan absurditas menyamakan yang tak berdaya dengan yang mampu dan berjalan lurus.
Renungan dan Hikmah
- Dua perumpamaan berturut-turut (16:75-76) sama-sama membandingkan ketidakberdayaan dengan kemampuan penuh, namun dari sudut berbeda, kemampuan memberi vs kemampuan berkomunikasi dan bertindak baik; sebuah pola yang memperkuat argumen dari berbagai sudut, bukan mengulang poin yang sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.