وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki: yang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun, dan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan. Apakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan, sedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus?

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلَيْنِwa-daraba llaahu matsalan rajulaynidan Allah membuat perumpamaan dua orang laki-laki
  2. أَحَدُهُمَا أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَيْءٍahaduhumaa abkamu laa yaqdiru alaa shay'inyang seorang bisu, tidak berdaya atas sesuatu pun
  3. وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَاهُ أَيْنَمَا يُوَجِّهْهُ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍwa-huwa kallun alaa mawlaahu aynamaa yuwajjihhu laa ya'ti bi-khayrindan ia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana pun diarahkan ia tidak mendatangkan kebaikan
  4. هَلْ يَسْتَوِي هُوَ وَمَنْ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِhal yastawii huwa wa-man ya'muru bi-l-adliapakah sama dia dengan orang yang memerintahkan keadilan
  5. وَهُوَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍwa-huwa alaa siraatin mustaqiiminsedangkan ia sendiri berada di jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'And God strikes a similitude: two men: one of them1 dumb, not having power over anything, and a burden on his master:2 wherever he directs him, he brings no good.

Aplikasi

Perumpamaan dua orang laki-laki, satu tak berdaya dan menjadi beban, satu lagi menyuruh berbuat adil di jalan lurus, sebuah gambaran tajam yang mengundang refleksi: kehidupan sendiri lebih menyerupai gambaran yang mana? Konkretnya: menjadikan kontribusi aktif pada keadilan dan konsistensi di jalan yang benar sebagai tolok ukur pribadi, bukan sekadar hidup pasif tanpa arah yang jelas.