وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Milik Allah yang tersembunyi di langit dan di bumi. Dan urusan kejadian Saat itu hanya seperti sekejap mata atau bahkan lebih cepat. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَلِلَّهِ غَيْبُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-li-llaahi ghaybu s-samaawaati wa-l-ardhimilik Allah yang tersembunyi di langit dan di bumi
- وَمَا أَمْرُ السَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ الْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُwa-maa amru s-saa'ati illaa ka-lamhi l-bashari aw huwa aqrabudan urusan kejadian Saat itu hanya seperti sekejap mata atau bahkan lebih cepat
- إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌinna llaaha 'alaa kulli syay'in qadiirunsesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
- غَيْبُghaybuyang gaib
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَمْرُamruurusan
- السَّاعَةِs-saa'atihari Kiamat
- إِلَّاillaakecuali
- كَلَمْحِka-lamhiseperti kedipan
- الْبَصَرِl-basharipenglihatan
- أَوْawatau
- هُوَhuwaDia
- أَقْرَبُaqrabulebih dekat
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- عَلَىٰ'alaaatas
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- قَدِيرٌqadiirunberkuasa
Inti bacaan
Peristiwa Kiamat digambarkan 'seperti sekejap mata atau lebih cepat', kecepatan yang mengejutkan, berlawanan dengan kecenderungan manusia menganggapnya jauh di masa depan. Konkretnya: memperlakukan hal-hal yang tampak jauh dan tidak mendesak seolah bisa tiba secara tiba-tiba adalah sikap kewaspadaan yang lebih realistis daripada menunda persiapan karena menganggap masih ada banyak waktu.
Penjelasan pilihan kata
'Berkuasa' (qadiir): terjemahan yang sama dengan 16:70, konsisten. 'Saat' (as-saa'ah): rujukan kepada waktu kebangkitan/akhir zaman, akar yang sama dengan 15:85.
Tafsiran
Ayat ini kembali menegaskan kekuasaan Allah yang menyeluruh, kini dengan gambaran kecepatan terjadinya kebangkitan: sesuatu yang tampak begitu besar dan jauh bagi manusia sesungguhnya sesederhana sekejap mata bagi Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut yang tersembunyi di langit dan di bumi sebagai milik-Nya. Yang tak diketahui siapa pun tetap punya pemilik. Sesuatu yang gelap bagi semua orang ternyata bukan berarti tak bertuan.
- Ukuran yang dipakai sekejap mata, lalu ditambah atau bahkan lebih cepat. Bandingan tercepat yang dikenal manusia pun masih dianggap terlalu lambat. Bahasa manusia dipakai sampai batasnya, lalu diakui tidak cukup.
- Sesudah bicara tentang kecepatan, Allah menutup dengan berkuasa atas segala sesuatu. Yang ditegaskan bukan cepatnya, melainkan siapa yang menetapkan kecepatan itu. Bagi yang tak terbatas, jarak antara mungkin dan terjadi memang tidak berupa waktu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.